Polisi Ungkap Peredaran Narkoba, Sabu Senilai Lebih Dari Rp 300 Juta Disita

Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti narkoba jenis sabu di di Mapolsek Kebayoran Baru, Selasa (13/8). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polsek Metro Kebayoran Baru berhasil mengungkap kasus perederan narkoba jenis sabu. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka dengan inisial AP (26), DA (22), dan GR (23).

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Benny Alamsyah mengatakan, awalnya pihaknya mendapat informasi tentang adanya transaksi narkoba di kawasan Joglo, Jakarta Barat. Setelah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian menangkap AP dan DA.

“Di Joglo, kita mengamankan 300 gram sabu dalam empat plastik, yang disembunyikan di sebuah tas warna merah. Selain itu, kita juga menyita timbangan digital dan beberapa ponsel,” ujar Benny di Mapolsek Kebayoran Baru, Selasa (13/8).

Setelah menangkap kedua tersangka, lanjut Benny, pihaknya kembali melakukan pengembangan. Akhirnya polisi berhasil meringkus tersangka GR di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

“Dari tangan GR kita kembali mendapatkan barang bukti sabu seberat 36 gram. Sabu tersebut disembunyikan tersangka dalam sebuah plastik klip transparan,” jelasnya.

Dari hasil tes urine, sambung Benny, ketiganya juga diketahui positif mengkonsumsi sabu. Dari pengakuan para tersangka, peredaran sabu dikendalikan dari seorang narapidana di Lapas.

“Jadi tersangka hanya disuruh mengambil dan mengantarkan sabu. Mereka juga tidak pernah bertatap muka dengan pembeli, sabu yang diantarnya diletakkan di tong sampah atau ditempel di suatu tempat,” paparnya.

Lebih jauh Benny mengatakan, para tersangka mendapat imbalan 5 gram jika berhasil mengantarkan 100 gram sabu. Tiap satu gram sabu dijual tersangka dengan harga Rp 1,3 juta.

“Jadi estimasi harga dari sabu yang berhasil kita sita lebih dari Rp 300 juta,” katanya.

Saat ini ketiga tersangka masih berada di Mapolsek Kebayoran Baru guna pengusutan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 juncto Pasal 112 juncto Pasal 132 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.