Krisis Hongkong Tak Kunjung Usai Presiden Trump Peringatkan China

Foto The New Yorker
Foto The New Yorker

Hongkong,Sayangi.com-  Diwartakan sebelumnya truk dan tank China terlihat di luar stadion Teluk Shenzhen  yang berbatasan dengan Hong Kong. Terkait krisis Hongkong, Presiden AS Donald Trump mendesak Tiongkok lebih manusiawi dalam penyelesaian krisisnya. Pemerintah AS khawatir Tiongkok melakukan intervensi langsung terhadap krisis tersebut.

Washington juga mewaspadai pasukan keamanan Tiongkok yang telah berkumpul dekat perbatasan Hong Kong. Beijing diketahui mengintensifkan serangan intimidasi terhadap gerakan yang mendorong reformasi demokratis itu.

Sejumlah gambar yang dipublikasikan AFP kemarin menunjukkan ribuan pasukan militer Tiongkok melambaikan bendera merah sambil berbaris di stadion olahraga Kota Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong. Puluhan armada lapis baja dan truk tentara juga diparkir di sekitar pasukan.

Lewat twitternya Trump menciut jutaan lapangan pekerjaan di Tiongkok beralih ke negara-negara nontarif. Ribuan perusahaan sudah angkat kaki. Tentu saja China ingin membuat kesepakatan. Biarkan mereka bekerja secara manusiawi dengan (krisis) Hong Kong. Pernyataan ini mengindikasikan kesepakatan dagang berpotensi terancam sikap Beijing terhadap gerakan protes.

“Saya tidak memiliki keraguan jika Presiden Xi Jinping ingin bertindak cepat dan manusiawi dalam menyelesaikan krisis Hong Kong. Dia bisa melakukannya,” lanjut Trump yang mengusulkan sebuah pertemuan pribadi dengan Xi Jinping.

Cicitan Trump terkait Hong Kong seperti mengindikasikan perubahan pendekatan terhadap wilayah semiotonom. Dalam beberapa hari terakhir, Trump menuai kritik dari kedua kubu politik karena menghindari persoalan tersebut.

Washington dan Beijing saling melemparkan serangan tarif terhadap komoditas senilai US$360 miliar dalam perdagangan dua arah. Belakangan Trump menunda kebijakan tarif atas komoditas elektronik Tiongkok. Kebijakan tersebut diharapkan akan memberikan harapan bagi investor bahwa konflik perdagangan berpotensi mereda.

Protes Hong Kong dipicu perlawanan terhadap rencana undang-undang ekstradisi yang memungkinkan warga Hong Kong menjalani proses hukum di Tiongkok daratan. Gerakan protes ini lalu berubah menjadi seruan yang lebih luas, khususnya terkait hak demokrasi.

Gerakan protes ini juga telah menjadi tantangan terbesar bagi otoritas Tiongkok sejak wilayah semiotonom itu dikembalikan Inggris ke Tiongkok pada 1997. Inggris dan Tiongkok sepakat mempertahankan kebebasan hukum di Hong Kong.

sumber: AFP