Mantan Ketua Polisi Malaysia Desak Pemerintah Usir Zakir Naik

Dr Zakir Naik bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad. Foto You Tube
Dr Zakir Naik bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad. Foto You Tube

Kuala Lumpur,Sayangi.com- Mantan Kepala Polisi Diraja Malaysia Tan Sri Rahim Noor mendesak Pemerintah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengusir penceramah asal India, Zakir Naik.

Menurutnya, pemerintah koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa harus mencabut status Permanent Resident (PR) atau Penduduk Tetap yang diberikan kepada penceramah dan mengirimnya kembali ke India. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Zakir Naik di negara asalnya dan di Malaysia sudah cukup menjadi alasan bagi pemerintah untuk melakukan hal itu.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah berkomentar bahwa pemerintah akan mempertimbangkan mencabut status PR-nya jika terbukti telah melakukan pelanggaran pidana,” kata Rahim.

“Berdasarkan pernyataan ini, sepertinya kita harus menunggu hasil investigasi. Namun, pandangan pribadi saya adalah dia telah menyentuh agama dan hal-hal lain yang menyakiti perasaan non-Muslim di negara ini, terutama Hindu. Kita tidak harus menunggu hasil investigasi,” lanjut dia.

“Dengan bukti kuat tentang apa yang dia katakan di Kelantan dan apa yang dia lakukan di India, saya mendesak pemerintah untuk mencabut status PR Zakir dan menyerahkannya kepada pemerintah India dan membiarkan dia menghadapi hukum di sana,” ujarnya kemarin.

Kami tidak membutuhkan orang asing untuk datang ke sini dan menggunakan agama untuk menghasut kekacauan dan masalah,” imbuh Rahim. Mantan petinggi Polri ini  mengatakan, dia tidak melihat dampak politik di pihak pemerintah yang berkuasa atau partai oposisi jika peceramah kontroversial itu dikirim kembali ke India. Pemerintah Diraja Malaysia harus mengatakan kepadanya untuk kembali ke India dan menghadapi hukum di sana,” pungkas Rahim.

Dikabarkan Zakir Naik telah diburu otoritas India atas dugaan aktivitas-aktivitas terkait teror. Pekan lalu, Mahathir menegaskan Zakir Naik tak akan diekstradisi. Hal itu disampaikan Mahathir sehari setelah pemerintah India mengkonfirmasi pihaknya meminta Malaysia mengekstradisi Zakir Naik.

Selama dia tidak membuat masalah apapun, kami tak akan mendeportasi dia karena dia telah mendapatkan status permanent resident,” ujar Mahathir Mohamad saat konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, pada 6 Juli lalu.

Dikabarkan Zakir Naik meninggalkan India tahun 2016 dan pindah ke Malaysia hingga mendapatkan status tinggal resmi atau permanent resident dari kerajaan Malaysia. Di negara asalnya, dia dituduh soal radikalisme dan pendanaan kegiatan teroris.
sumber : The Star,