Urusan Dagang Trump Siap Melawan China

Donald Trump
Donald Trump

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan berhadapan dengan China. Hal tersebut terkait dengan isu perdagangan yang menjerat kedua negara ini. Bahkan jika hal ini akan menyebabkan kerugian jangka pendek pada ekonomi AS.

Komentar Trump yang sangat keras disampaikan beberapa jam sebelum pemerintahnya mengumumkan persetujuan penjualan pesawat tempur F-16 senilai US$8 miliar ke Taiwan. Langkah ini telah memicu kemarahan Beijing dan prospek yang lebih suram untuk kesepakatan perdagangan.

Pada Senin (19/8), Wakil Presiden Mike Pence juga mengeluarkan pernyataan yang sensitif terhadap China. Saat itu dia menyerukan Beijing agar menghormati integritas undang-undang dalam menanggapi protes massa yang terjadi di Hong Kong.

Kepada awak media Trump berujar seseorang harus berhadapan dengan China. Ini sesuatu yang harus dilakukan, bedanya saya yang akan melakukannya,” ujarnya Trump.

Trump mengklaim bahwa China telah merugikan AS selama 25 tahun terakhir. Dan menurut Trump sudah saatnya Washington bertindak meskipun akan berdampak pada negara dalam jangka pendek atau panjang.

Tarif Trump dan ancaman yang akan datang lainnya telah mengguncang pasar global dan investor akibat ketidakpastian yang disebabkan oleh perselisihan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia selama hampir dua tahun terakhir.

Namun sepertinya Kementerian Luar Negeri China tampaknya tidak mengambil pusing soal komentar tersebut. Alih alih juru bicara Geng Shuang menyerukan Isu perbedaan dalam masalah perdagangan yang dialami kedua negara bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Kuncinya adalah menyelesaikan masalah melalui dialog,ujar jubir Kemenlu China Shuang.

Tumbuhnya kekhawatiran bahwa perang perdagangan dapat memicu kemungkinan resesi AS membebani pasar keuangan pekan lalu dan tampaknya membuat pejabat pemerintah cemas tentang apakah ekonomi akan bertahan hingga pemilihan presiden November 2020.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa pejabat AS dan China diagendakan untuk melakukan perbincangan melalui telepon tentang sengketa perdagangan sepanjang pekan depan, selama 10 hari. Dan perbincangan kemungkinan akan digelar pertemuan langsung.

Namun, para pakar perdagangan mengatakan prospek negosiasi yang produktif saat ini dibayangi oleh sikap Washington yang semakin agresif terhadap China. Sikap tersebut diikuti dengan penjualan senjata ke Taiwan dan bahasa yang semakin sulit di Hong Kong.
sumber: Reuters