Pengembang Apartemen Fiktif, 455 Orang Jadi Korban

Polisi melakukan ekspose kasus mafia tanah dan apartemen fiktif di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan properti berkedok apartemen fiktif di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Apartemen tersebut dipasarkan oleh pengembang fiktif bernama PT MMS.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, dalam kasus ini menangkap tiga orang tersangka, berinisial AS, PJ dan KR. Dalam sindikat ini, AS sebagai Dirut PT MMS, merangkap sebagai marketing pemasaran apartemen.

Lalu tersangka KR berperan sebagai Dirut PT MMS periode 2017-2019, dan PJ, berperan sebagai pengendali tersangka AS. Serta tersangka KR berperan sebagai pelaksana kegiatan pembangunan apartemen dan penerimaan uang pembayaran.

“Tersangka menawarkan unit apartemen yang akan dijualnya dengan menggunakan brosur dan memberikan bonus yang besar. Sehingga korban tertarik untuk membeli dan membayar uang muka serta beberapa korban telah membayar lunas,” ujar Gatot di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8).

Gatot menjelaskan, PT MMS ini pertama kali didirikan pada 2016 silam. Usai mendirikan perusahaan itu, para tersangka membuat brosur pemasaran apartemen Ciputat Resort, dengan harga mulai Rp 150 juta.

“Keseluruhan dari jumlah konsumen yang menjadi sebanyak 455 orang dengan nilai kurang lebih Rp 30 miliar,” katanya.

Setelah para korban membayar uang muka, lanjut Gatot, apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun. Korban yang merasa telah menyetor uang, namun di lokasi tak kunjung ada pembangunan.

“Korban menagih janji serta meminta pengembalian uang, namun saat mendatangi kantor pemasaran PT MMS sudah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan,” terangnya.

Lebih jauh Gatot menerangkan, PT MMS tidak pernah melakukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang Selatan.

“Kita juga turut mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kwitansi dan bukti transfer pembayaran uang muka dan angsuran dari para korban, brosur Apartemen Ciputat Resort, miniatur apartemen, dan banner pemasaran,” paparnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan. Dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.