Foto Terpampang Salah Model Australia Asal Sudan Meradang

Adut Akech mode papan atas Australia berdarah Sudan. Foto YouTube
Adut Akech mode papan atas Australia berdarah Sudan. Foto YouTube

Canberra,Sayangi.com- Adut Akech adalah salah satu model tengah dicari di seluruh dunia. Dia sudah pernah meampilkan karya perancang seperti Alexander McQueen, Calvin Klein, Prada dan Versace. Akech masuk dalam majalah Time sebagai “Salah Satu Remaja Paling Berpengaruh di tahun 2018.Akech juga bekerja dengan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dalam masasalah yang mempengaruhi pengungsi.

Model perempuan keturunan Sudan Selatan ini  meradang lantaran  sebuah majalah Australia salah memuat fotonya. Majalah Who Australia yang menulis tentang dirinya itu justru memasang foto model lainnya.

Terkait hal itu, Adut Akech mengatakan bahwa kejadian ini merupakan tanda bahwa industri media di Australia harus ‘bangun dari mimpi’.Ia menilai tindakan salah pasang foto adalah kecerobohan.

Adut Akech menghabiskan masa kecilnya di sebuah kamp pengungsi di Kenya. Dia kemudian pindah ke Adelaide (Australia Selatan).

Akech mengatakan dia ‘marah’ dan ‘merasa tidak dihargai”. Hal itu lantaran majalah Who yang terbit minggu lalu menggunakan foto seorang model lain dengan mengatakan itu adalah dirinya.

Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di akun Instagram ia menulis “Tidak saja saya secara pribadi merasa dihina dan tidak dihargai”. Namun saya merasa bahwa seluruh suku dimana saya berasal tidak dihargai,”

Iapun menambahkan, saya merasa hal seperti ini tidak akan terjadi pada seorang model berkulit putih. ”Bagi saya ini tidak bisa dimaafkan dan tidak bisa diterima dengan alasan apapun.”

Dalam artikel di majalah Who tersebut, Akech berbicara mengenai bagaimana orang kebanyakan melihat pengungsi. Dimajalah tersebut ia juga menuturkan sikap warga pada umumnya mengenai ‘mereka yang berasal dari kulit berwarna’.

Dia mengatakan sangat terganggu dengan kesalahan yang dilakukan majalah tersebut. “Siapapun yang melakukannya pasti berpikir bahwa gambar itu adalah gambar saya, dan ini tidak benar sama sekali.”

“Apa yang terjadi justru ironis dengan pendapat saya yang termuat dalam artikel tersebut,” kata Akech. ”Ini menunjukkan betapa sempitnya pandangan banyak orang yang mengira bahwa semua gadis hitam atau orang dari Afrika itu wajahnya mirip.”

“Saya yakin saya bukanlah orang pertama yang mengalaminya, namun ini harus dihentikan.Australia, ada banyak hal yang harus dilakukan, harus lebih baik lagi. Dan, ini juga berlaku untuk industri lain.”

Akech yang akan tampil di acara Melbourne Fashion Week pada minggu ini mengatakan majalah Who sudah meminta maaf kepadanya. “Saya ingin ini menjadi panggilan untuk bangun untuk mereka di industri ini bahwa ini tidak benar dan kita harus berbuat lebih baik lagi.

sumber: ABC News