Paparan Matahari Pagi Hari : Vitamin D Yang Kaya Manfaat

Vitamin D bisa didapat dari berjemur dipagi hari. Foto Getty Image
Vitamin D bisa didapat dari berjemur dipagi hari. Foto Getty Image

Jakarta,Sayangi.com- Meski tinggal di negara tropis yang punya banyak sinar matahari, orang Indonesia banyak yang mengalami defisiensi vitamin D. Padahal vitamin D berfungsi tak hanya untuk kekuatan tulang, tapi juga menjaga kekebalan tubuh.

Berjemur di pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan sinar matahari yang mengandung vitamin D yang mempunyai manfaat kesehatan. Lantas apa saja manfaat sinar matahari di pagi hari bagi kesehatan?.Berikut penjelasannya,

1.Mencegah kanker prostat bagi laki-laki
Semakin jarang laki-laki terpapar sinar matahari, maka semakin tinggi pula peluang laki-laki tersebut didiagnosis menderita kanker prostat. Banyak penelitian telah membuktikan fakta ini, salah satunya yang dilakukan oleh North Carolina Wake Forest University pada 2005 yang menyatakan bahwa kurangnya sinar matahari dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker prostat.

2.Mencegah Kanker
Vitamin D diyakini bisa membantu mencegah kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker payudara. Hormon aktif vitamin D yang bernama calcitriol bisa mengurangi perkembangan sel kanker dengan meningkatkan kematian sel kanker. Vitamin D dapat  memperlambat perkembangan pembuluh darah baru di jaringan kanker. Vitamin yang bersumber dari paparan matahari pagi  serta dapat mengurangi pertumbuhan, penambahan, dan penyebaran sel kanker.

2. Diabetes
Semakin tinggi kadar vitamin D dalam tubuh, semakin rendah risiko diabetes tipe 2. Kadar vitamin D yang tidak memadai berdampak buruk pada produksi insulin dan toleransi glukosa. Menurut penelitian, vitamin D yang cukup semasa kanak-kanak akan membuat anak terhindar dari diabetes tipe 1.

3. Terhindar Multiple Sclerosis
Hormon stres dikenal sebagai kortisol yang salah satu dampaknya adalah meningkatkan nafsu makan. Para ahli menyatakan bahwa kadar kortisol yang tinggi merupakan penyebab kenaikan berat badan. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Center for Neuroscience, University of Colorado, ditemukan bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat menurunkan kadar kortisol.

4. Mengurangi Gejala Depresi
Kurang paparan sinar matahari, dapat memicu suatu bentuk depresi yang disebut seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan afektif musiman. Gangguan ini utamanya rentan terjadi di musim dingin.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sinar matahari pagi dapat mengurangi jangka waktu rawat inap pada pasien dengan depresi bipolar. Penelitian juga menunjukkan bahwa pada kamar rumah sakit yang tidak dapat ditembus sinar matahari masuk, rawat inap pasien lebih lama  dibandingkan dengan kamar yang dapat ditembus sinar matahari.

5.Menurunkan tekanan darah
Sebuah penelitian menemukan bahwa kurangnya paparan sinar matahari beresiko meningkatkan tekanan darah tinggi. Berdasar lapaoran yang sama, sinar matahari secara langsung mengurangi risiko penyakit kardiovaskular . Hal ini disebabkan karena vitamin D menjadi hormon yang memiliki pengaruh paling kuat dalam mengatur tekanan darah.

sumber: medicalnews today