Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye Bakal Dihukum Berat

Park Geun-hye mantan presiden Korsel terjerat Kasus korupsi.Foto BBC
Park Geun-hye mantan presiden Korsel terjerat Kasus korupsi.Foto BBC

Seoul,Sayangi.com- Mantan presiden Korsel, Park Geun-hye menghadapi persidangan kembali. Hal tersebut karena Makhamah Agung Korea Selatan telah memerintahkan penyidangan kembali terhadap kasus yang menimpa mantan presiden Korsel, Park Geun-hyeChoi Soon-sil,.

Park dinyatakan bersalah pada April 2018 atas kasus suap dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia dijatuhi hukuman 24 tahun penjara, yang kemudian diperpanjang 12 bulan. Akan tetapi, Mahkamah Agung memutuskan harus ada vonis terpisah untuk kasus tuduhan suap.

Mahkamah Agung juga memerintahkan pengadilan ulang terhadap penerus bisnis Samsung, Lee Jae-yong, dalam kasus suap yang sama.

Kepala pengadilan, Kim Myeong-su menyatakan Kami kembali mengirimkan kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi Seoul. Media Korea Selatan memperingatkan bahwa putusan kemarin itu mungkin tidak akan menguntungkan sang mantan presiden. Kemungkinan Park akan dihukum dalam dua putusan terpisah dan dengan masa hukuman lebih lama.

Proses peradilan pertama Park berlangsung 10 bulan, yang menyoroti hubungan gelap antara bisnis berskala besar dan politik di Korea Selatan.

Park dan Choi Soon-sil, rekan dekatnya, dituduh menerima suap dari para petinggi perusahaan. Suap tersebut sebagai imbalan atas perlakuan istimewa terhadap perusahaan-perusahaan tertentu. Park, 67 tahun , memboikot sebagian besar laporan persidangan karena memprotes penahanan terhadap dirinya.

Pada April 2018, dia dihukum atas tuduhan menerima uang suap lebih dari US$20 juta dari sejumlah konglomerat Korsel. Tidak hanya itu, mantan orang no. 1 Korsel ini juga dituding membagikan dokumen rahasia negara dan ‘daftar hitam’ artis yang kritis terhadap kebijakannya. Saat berkuasa ia telah memecat beberapa pejabat yang berusaha melawan penyalahgunaan kekuasaan tersebut.

Anak perempuan dari diktaktor Park Chung-hee itu menjabat sebagai Presiden Korsel pada 2013. Saat itu ia mendapat dukungan warga karena dianggap sebagai ikon konservatif.

Namun, kurang dari empat tahun kepemimpinan, Park dituduh bersalah. Semua kekuatannya diambil dan dia digulingkan dari kursi presiden hingga akhirnya dijebloskan ke penjara.

sumber: AFP