Bersitegang dengan AS, Teheran Ditawari Jet Tempur Moskow Dan Beijing

Foto Getty Image
Foto Getty Image

Teheran, Sayangi.com- Ditengah ketegangannya dengan AS Kepala sektor kedirgantaraan Iran mengumumkan penawaran baru untuk membli jet tempur dari Rusia dan China. Tawaran ini menunjukkan jika kedua negara tersebut mendukung Iran di tengah perseteruannya dengan Amerika Serikat (AS).

Direktur Organisasi Industri Penerbangan Iran Brigadir Jenderal Abdolkarim Banitarafi adalah salah satu dari sejumlah pejabat pertahanan internasional yang menghadiri Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional (MAKS) Rusia tahun 2019 di Rusia.

Lebih dari 180 perusahaan asing dari hampir 30 negara dilaporkan berkumpul di Zhukovskiy sejak acara dimulai pada 27 Agustus. Ketika embargo senjata PBB terhadap Teheran mendekati tahun terakhirnya, Banitarafi mengatakan bahwa ia telah menerima tawaran asing yang potensial untuk membeli dan menjual senjata.

“Berbagai negara menawarkan kita dan mendiskusikannya, tetapi itu semua tergantung pada tanggal kapan sanksi senjata berakhir,” katanya seperti disitat Newsweek dari kantor berita Tasnim, Jumat (30/8/2019). Ia juga mengatakan Iran mungkin akan membeli peralatan baru di luar negeri dari dua kekuatan utama.

“Rusia dan China telah memberi kami proposal, tentu saja, kami punya proposal sendiri, tetapi semua ini masih dalam tahap diskusi,” tambah Banitarafi.

Pada tahun 2006, Dewan Keamanan (DK) PBB mulai memberlakukan embargo senjata ke Iran. Mulai tahun tersebut pembatasan transfer teknologi yang dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir, termasuk senjata konvensional.

Beberapa larangan ini telah dicabut dengan penandatanganan kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). Berdasarkan kesepakatan ini, Iran setuju untuk tidak mengejar program senjata nuklir.

Penarikan AS dari kesepakatan nuklir 2015 diiringi dengan penjatuhan sanksi. Keputusan AS tersebut semakin memperumit kesepakatan bagi calon mitra bisnis Iran. Hubungan kedua negara pun memanas setelah AS mengirimkan kelompok kapal perangnya ke Teluk. Bersamaan dengan hal tersebut AS juga mengirim  satu skuadron pesawat pembom, ribuan tentara dan menyebar rudal Patriot.

Klaim AS beranggapa pengerahan pasukannya ke Timur Tengah untuk mencegah serangan Iran terhadap kepentingannya dan sekutunya. Meskipun armada udara terbatas, Iran telah berhasil mengembangkan persenjataan rudal terbesar dan paling maju di Timur Tengah.

sumber: AFP dan newsweek