Kabur Dari Rombongan Menlu Zarif Jurnalis Iran Membelot

Jurnalis Iran Amir Tohid Fazel yang kabur dari rombongan Menlu Iran Javad Zarif. Foto AFP
Jurnalis Iran Amir Tohid Fazel yang kabur dari rombongan Menlu Iran Javad Zarif. Foto AFP

Stockholm, Sayangi.com- Jurnalis Iran yang melakukan perjalanan ke Swedia dengan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif melarikan diri. Jurnalis tersebut justru meminta suaka di Eropa karena takut di tangkap. Pembelotan jurnalis Iran ini terjadi saat Zarif melakukan tur Nordik pekan lalu.

Fazel (41)tahun telah bekerja sebagai editor politik untuk kantor berita milik negara konservatif Mowj. Rekan wartawan Iran menyebutkan hubungan Fazel dengan faksi garis keras ketika mereka bereaksi di media sosial dengan berita pembelotannya.

Pembelotan Fazel yang terjadi minggu lalu ketika Zarif melakukan tur Nordik ini mengejutkan beberapa media berita Iran. Ia dipandang sebagai sekutu elit politik konservatif yang selaras dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Ia tercatat pernah bekerja untuk media yang menjadi corong resmi IRGC, sayap paramiliter yang kuat dari angkatan bersenjata Iran.

Jurnalis Amir Tohid Fazel mengatakan ia berhasil lolos dari delegasi yang menemani Zarif setelah berpura-pura ingin merokok. Fazel menuturkan ‘awalnya ia bilang mau merokok. Kemudian┬ábegitu ada kesempatan ia lari menuju kantor polisi terdekat. Sesampai di kantor polisi ia kemudian meminta suaka.

Fazel mengaku ketika meninggalkan Iran ia tidak berencana untuk membelot. Namun ia dihubungi di media sosial oleh seorang kolega dari kantornya di Teheran yang mengatakan empat orang berpakaian sipil telah mendatangi kantornya dengan surat penangkapan. Temannya itu memberi tahu Fazel untuk memastikan keluarganya tidak ada di rumah.

“Saya mengerti bahwa saya akan menjadi korban dari perebutan kekuasaan yang sedang terjadi di Iran,” kata Fazel. “Saat itulah saya memutuskan (membelot),” imbuhnya.

sumber: new Yorktime