Partai Buruh Inggris Akan Hentikan “No-Deal Brexit”

Foto Reuters
Foto Reuters

London,Sayangi.com- Pemerintah Inggris telah membekukan parlemen Downing Street menjelang minggu-minggu terakhir sebelum Brexit. Oposisi utama Inggris, Partai Buruh, menyatakan akan melakukan apa pun yang memungkinkan untuk menghentikan Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit).

Partai Buruh akan menggalang kekuatan  setelah parlemen aktif kembali setelah reses pada Selasa (3/9).Dilaporkan Anggota parlemen Inggris secara luas menentang kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa pengaturan transisi yang tertib pada 31 Oktober 2019.

Ketua Oposisi dari Partai Buruh Jeremy Corbyn merujuk pertemuan tokoh-tokoh Partai Buruh, Senin (1/9). Iapun  menyatakan Kabinet bayangan akan bertemu untuk memfinalisasi rencana-rencana kami menghentikan bencana ‘No-Deal’, menjelang kembalinya parlemen,”

Parlemen berusaha menyusun rencana untuk memaksa Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menghadang no-deal Brexit, ujar pemimpin oposisi partai buruh Corbyn. “Kami bekerja dengan partai-partai lain untuk melakukan semua hal yang diperlukan untuk menarik negara kita dari tepi (jurang),” ujarnya.

Pada sisi pemerintahan, Johnson mengatakan upayanya untuk mencapai kesepakatan baru dengan UE akan terhambat dengan setiap upaya di Westminster. Kawasan ini merupakan (gedung parlemen Inggris) untuk memblokir no-deal Brexit.

Johnson telah membatasi fleksibilitas anggota parlemen dengan menangguhkan lembaga itu selama lebih dari satu bulan sebelum tenggat waktu Brexit. Jika mereka meloloskan RUU, Menteri Senior Inggris Michael Gove menyatakan menolak untuk menjamin hal tersebut akan diperhatikan.

Kepada Sunday Times PM Johnson mengatakan bahwa pilihan bagi anggota parlemen adalah memihak dengan Corbyn, yang ingin menggagalkan keruntuhan Inggris, atau ikut dengan mereka yang ingin melanjutkan no-deal Brexit.

Terkait “Brexit No Deal” Corbyn mengatakan pertarungan untuk menghentikan no-deal Brexit bukanlah perjuangan antara mereka. Baik yang ingin meninggalkan UE dan mereka yang tetap ingin berada di UE.

“Ini pertempuran dari banyak orang melawan sedikit orang yang ingin membajak hasil referendum dengan menggeser lebih banyak kekuasaan dan kekayaan ke mereka yang berada di atas,” ujar Corbyn.

sumber: AFP