Iran Tetap Di Kesepakatan Nuklir Jika Eropa Bantu Menjual Minyak

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zari. Foto Euronews
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zari. Foto Euronews

Teheran,Sayangi.com- Negara Iran akan mengambil langkah tegas dan menjauhkan diri dari kesepakatan nuklir 2015 apabila Eropa tidak bisa menjualkan minyaknya. Persyaratan baru yang ditawarkan tersebut memiliki tenggat waktu akhir minggu ini.

Hal tersebut disampaikan juru bicara pemerintah Iran hari Senin (2/9). Saat itu diplomat tinggi Iran melakukan perjalanan ke Perancis dan Rusia untuk melakukan pembicaraan pada saat-saat terakhir.

Pernyataan juru bicara pemerintah Iran itu, mempertegas yang disampaikan Ali Rabiei, soal tenggat hari Jumat (6/9)mendatang. Tanggal ini ditetapkan Iran, agar Eropa mencarikan jalan bagi Iran untuk menjual minyak mentahnya di pasar global.

Sanksi Amerika yang diberlakukan Presiden Trump setelah Amerika menarik diri dari kesepakatan itu setahun yang lalu telah menghentikan penjualan minyak mentah Iran. Menlu Iran Mohammad Javad Zarif saat ini tengah berada di Moskow.Sementara deputinya melakukan perjalanan ke Perancis dengan sebuah delegasi ekonomi dalam upaya diplomatik yang baru.

Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Perancis Emmanuel Macron secara mengejutkan mengundang Zarif ke KTT G7 di Biarritz, Perancis, minggu lalu.

Saat konferensi pers di Teheran Rabiei menggambarkan strategi Iran ini sebagai “komitmen untuk berkomitmen.” “Minyak Iran harus dibeli dan uangnya harus bisa dikembalikan kepada Iran. “Ini merupakan agenda pembicaraan kami,kata Rabiei.

Tidak jelas apa syarat-syarat dalam perundingan itu. Teorinya, siapa saja yang dipergoki membeli minyak mentah Iran akan dikenakan sanksi Amerika. Ditambah konseluensi berpotensi dikeluarkan dari pasar finansial Amerika.

sumber: AF