PM Inggris Diperkirakan Bakal Sulit Kendalikan Parlemen

Foto Foreign Policy
Foto Foreign Policy

London,Sayangi.com- Partai-partai oposisi dan anggota Partai Konservatif (partai PM Inggris Boris Johnson) mulai bergolak. Selasa (3/9) anggota berusaha untuk mengambil alih kendali atas agenda parlemen untuk hari itu.

Dan mulai hari itu parlemen memulai proses legislatif yang ditujukan untuk memblokir PM Boris Johnson. PM yang baru dilantik ini ingin mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober mendatang.

Peluang mereka semakin besar ketika PM Johnson kehilangan mayoritas suara dari seorang anggota Partai Konservatif. Anggota tersebut melakukan penyeberangan, serta bergabung dengan partai anti Brexit.

Hengkangnya mantan menteri Phillip Lee ke kubu Liberal Demokrat menjelang konfrontasi antara Johnson dan anggota konservatif yang memberontak telah memperbesar peluang parlemen untuk menggagalkan usaha Johnson itu. Lee secara dramatis berjalan melintas ke tempat partai oposisi ketika Johnson sedang berpidato di parlemen.

Lee menuduh pemerintah “mengupayakan Brexit yang merugikan dan menggunakan cara-cara yang tidak berprinsip,”. Dan menurutnya hal itu menyebabkan kehidupan dan mata pencaharian warga Inggris terancam.

Meskipun anggota parlemen berhasil menggagalkan upaya Boris Johnson ini, namun pertikaian Brexit belumlah berakhir. Langkah-langkah parlemen ini bisa mengakibatkan dicetuskannya pemilihan umum tahun ini, di mana Partai Konservatif terpecah.Besar kemungkinan dan beberapa mantan menteri, termasuk deputi PM, membentuk sebuah Partai Konservatif tandingan.

Umumnya partai oposisi tidak segan-segan apabila pemerintah memutuskan pemilihan umum yang baru. Akan tetapi pada Senin, lawan-lawan Boris Johnson bertemu dan mereka sepakat untuk mem-prioritaskan diloloskannya RUU yang mencegah no-deal Brexit. Atau Brexit tanpa dilengkapi persetujuan dengan Uni Eropa, ketimbang menggulingkan pemerintahan Konservatif dan memicu pemilihan umum.

Pada Minggu, Boris Johnson mendeklarasikan, kalau anggota parlemen menggagalkan upaya Brexitnya. Dia pun mengatakan akan mengajukan mosi pada Rabu untuk minta persetujuan parlemen bagi pemilihan pada 14 Oktober mendatang. Boris membutuhkan dukungan dua pertiga dari 650 anggota parlemen untuk meloloskan mosi tersebut.

sumber: VOA