Pengadilan Ukraina Bebaskan Saksi Kunci Jatuhnya Pesawat Malaysia MH17

Volodymyr Tsemakh Saksi kunci jatuhnya pesawat Malaysia Airline MH 17,Foto Bellingcat
Volodymyr Tsemakh Saksi kunci jatuhnya pesawat Malaysia Airline MH 17,Foto Bellingcat

Kiev,Sayangi.com- Pengadilan Ukraina telah membebaskan Volodymyr Tsemakh yang disebut-sebut sebagai saksi kunci atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17. Pesawat milik maskapai Malaysia ini jatuh di wilayah Timur Ukraina pada 17 Juli 2014 yang menewaskan 298 orang meninggal dunia.

Pembebasan ini dinilai mengejutkan banyak pihak lantaran Tsemakh yang ditangkap awal tahun ini dianggap dari bagian yang dikuasai separatis Ukraina. Dia (Tsemakh) dilaporkan memainkan peran penting dalam pertahanan udara pemberontak,”tulis BBC yang dilansir, Jumat (6/9).

Pesawat MH17 jatuh saat perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur akibat ditabrak oleh rudal di Ukraina timur. Semua 298 orang di dalamnya meninggal. Jatuhnya pesawat itu terjadi di tengah pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina timur.

Dilaporkan dalam konflik yang telah berjalan lima tahun terkahir ini memakan 13 rubu korban jiwa. Sebuah tim penyelidik kriminal internasional mengatakan pada 2016 bahwa rudal telah ditembakkan dari sebuah lapangan yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia.

“Dia dibebaskan dari tahanan tetapi pengadilan mengatakan gerakannya akan terus dibatasi sambil menunggu persidangannya pada Oktober,” lanjut laporan tersebut.

Dalam laporan BBC, Tsemakh ada dalam daftar tahanan yang ingin ditukar Rusia dengan Ukraina, termasuk 24 angkatan laut Ukraina yang ditangkap di Semenanjung Krimea pada November lalu. Ukraina dan Rusia saat ini sedang menegosiasikan pertukaran ini dan telah banyak dilaporkan bahwa nasib Tsemakh telah menjadi batu sandungan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin, berbicara sekitar saat hari  pembebasan Tsemakh. Putin mengatakan bahwa perundingan sedang diselesaikan dan pertukaran dapat melibatkan sejumlah besar orang. Putin menambahkan bahwa tanggal pertukaran akan segera diumumkan.”

Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda menyimpulkan pada Mei 2018 bahwa sistem rudal yang terlibat adalah brigade Rudal ke-53. Rudal tersebut terdeteksi   berbasis di kota Kursk, Rusia barat. Namun Rusia membantah terlibat dalam insiden itu.

Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk empat pria atas dugaan pembunuhan sehubungan dengan tragedi itu. Tsemakh tidak termasuk di antara tersangka tetapi merupakan “orang yang menarik” dalam penyelidikan.

Salah satu tersangka, Igor Girkin, mengatakan dia adalah kepala pertahanan udara separatis di Snizhne, dekat dengan tempat JIT mengatakan rudal itu ditembakkan.

Jaksa penuntut internasional mengatakan mereka ingin Tsemakh tetap di Ukraina sehingga mereka dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut kepadanya. Pekan lalu, jaksa penuntut Belanda mendesak pihak berwenang di Ukraina untuk tidak mengizinkannya melakukan perjalanan ke Rusia.