Carrie Lam Nyatakan Beijing Menghormati dan Dukung Penarikan RUU Ekstradisi

Carrie Lam Kepala Eksekutif Hongkong. Foto Reuters
Carrie Lam Kepala Eksekutif Hongkong. Foto Reuters

Jakarta,Sayangi.com- UU Ektradisi Hongkong ke China akhirnya digugurkan.Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan bahwa China memahami, menghormati, dan mendukung langkah pemerintahnya untuk secara resmi menarik rancangan undang-undang ekstradisi.

Saat konperensi pers, Lam berulang kali ditanyai mengapa perlu waktu begitu lama untuk menarik RUU tersebut, meskipun protes semakin keras. Namun pemimpin Hongkong ini menghindar dan mengatakan keputusannya tersebut tidak tepat digambarkan sebagai perubahan pikiran.

Mantan pegawai negeri Hongkong ini menambahkan bahwa penarikan penuh RUU itu adalah keputusan yang dibuat oleh pemerintahnya dengan dukungan Beijing.

Iapun mengatakan Sepanjang seluruh proses, Pemerintah Pusat China mengambil posisi di mana mereka mengerti mengapa kita harus melakukannya. Mereka menghormati pandangan saya dan mereka mendukung saya sepenuhnya.

Kepala Eksekutif Hong Kong Lam juga mengumumkan langkah-langkah lain, termasuk membuka platform untuk dialog dengan masyarakat untuk mencoba mengatasi masalah ekonomi, sosial, dan politik, serta perumahan dan mobilitas untuk kaum muda, yang katanya berkontribusi terhadap kebuntuan saat ini. Kita harus menemukan cara untuk mengatasi ketidakpuasan di masyarakat dan mencari solusi,ujar Lam.

Penarikan RUU itu merupakan salah satu dari lima tuntutan demonstran pro-demokrasi. Empat tuntutan lainnya adalah pencabutan kata “kerusuhan” untuk menggambarkan aksi unjuk rasa, pembebasan semua demonstran, penyelidikan independen terhadap kebrutalan polisi, dan hak bagi rakyat Hong Kong untuk memilih pemimpin mereka sendiri.

Adapun pengajuan RUU ekstradisi yang akan memungkinkan ekstradisi warga yang akan diadili ke daratan China, di mana pengadilan dikendalikan oleh Partai Komunis, telah menyebabkan demonstrasi besar-besaran selama beberapa bulan terakhir.Demonstran masih menyerukan agar semua tuntutan dipenuhi.

sumber: Reuters