Keinginan Pemilu Dipercepat Boris Johnson Dijegal Parlemen

Foto Foreign Policy
Foto Foreign Policy

London,Sayangi.com- Parlemen Inggris, Selasa (10/9), sepakat menolak upaya kedua Perdana Menteri Boris Johnson untuk menggelar pemilu dipercepat. Pemilu tersebut oleh Johnson dimaksudkan untuk mengatasi kebuntuan Brexit. Kebijakan ini merupakan aksi terbaru perlawanan parlemen terhadap Johnson.

Setelah pertarungan selama beberapa hari yang menunjukkan kelemahan Johnson dalam berhadapan dengan anggota parlemen, DPR Inggris kembali menolak mengizinkan pemilu dipercepat.

Sebelumnya, anggota parlemen Inggris telah melakukan voting menuntut pemerintah untuk menerbitkan dokumen rahasia. Dokumen tersebut berkaitan erat mengenai kesiapan Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan.

Johnson menjadi perdana menteri Inggris pada Juli lalu dengan janji melaksanakan hasil referendum 2016 yang memerintahkan Inggris meninggalkan Uni Eropa bahkan jika tidak ada kesepakatan dengan Brussels.

Akan tetapi, mayoritas anggota parlemen Inggris menolak Brexit tanpa kesepakatan. Dan selama beberapa hari parlemen akan menyusun undang-undang yang akan memaksa Johnson menunda Brexit jika dirinya gagal mencapai kata sepakat dengan Uni Eropa. Berbicara di hadapan parlemen pada Senin (9/9) malam, Johnson mengatakan tidak akan meminta penundaan lagi dari Uni Eropa.

Namun, setelah kehilangan dukungan mayoritas di Parlemen karena anggota parlemen dari Partai Konservatif membelot, Johnson mulai kehabisan pilihan. Kesempatan terakhirnya untuk berpisah dari Uni Eropa tanpa kesepakatan disampaikan dalam KTT Uni Eropa yang dimulai pada 17 Oktober mendatang.

sumber:reuters