Macron Mulai Ubah Strategi Pendekatan Ke Putin

Presiden Vladimir Putin mengunjungi Presiden Prancis Emmanuel Macron di Bormes-les Mimosa Prancis selatan 19 Agustus 2019.
Presiden Vladimir Putin mengunjungi Presiden Prancis Emmanuel Macron di Bormes-les Mimosa Prancis selatan 19 Agustus 2019.

Paris,Sayangi.com- Sebelumnya sekitar Dua tahun yang lalu, Presiden Perancis Emmanuel Macron dinilai sebagai pemimpin kelompok Barat yang paling galak dalam hal mengkonfrontir Rusia. Kegalakan Macron berlaku seputar tindakan aneksasi Krimlin serta penciptaan separatisme disertai kekerasan di kawasan Donbas di Ukraina.

Namun kini, dia melakukan seruan agar Rusia dikembalikan ke dalam barisan negara-negara Barat. Hari Senin (9/9), Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian menjuluki pertukaran tawanan antara Rusia dan Ukraina sebagai sebuah jendela peluang guna mengurangi ketegangan.

Berbicara hanya 48 jam setelah pertukaran 70 tawanan antara Moskow dan Kiev itu, Menlu Le Drian mengatakan, waktunya tepat untuk mengurangi suasana curiga antara Rusia dan Eropa. Kremlin dan Uni Eropa seharusnya menjadi mitra pada tingkat strategis dan ekonomi.

Didampingi oleh Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly, Le Drian mengadakan pembicaraan di Moskow minggu ini. Kehadiran Parly dan Drian adalah pertama kalinya menteri senior seperti itu melawat ke ibukota Rusia sejak aneksasi Krimea dari Ukraina oleh Rusia pada 2014. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyesuaikan kembali hubungan Timur – Barat.

Pengusahaan pelonggaran sikap (detente) telah dilakukan oleh Presiden Macron pada Agustus lalu. Langkah Macron tersebut digaungkan saat ia menerima Presiden Rusia Vladimir Putin di rumah peristirahatan musim panas presiden di Riviera.

sumber: VOA News