Warga Hongkong Banyak Ajukan Migrasi

Paspor Hongkong, Foto Hongkong Free Pers
Paspor Hongkong, Foto Hongkong Free Pers

Hongkong,Sayangi.com- Jumlah penduduk Hong Kong yang ingin meninggalkan kota tersebut tercermin dari pengajuan paspor dan wawancara dengan warga lokal serta agen-agen migrasi dan broker real estate global mengalami kenaikan.

Hal ini akibat protes yang terus bergulir sejak musim panas hingga memasuki musim gugur, tanpa ada tanda-tanda berakhir. Efeknya tidak hanya modal asing yang cabut dari Hong Kong, penduduk setempat pun mulai mencari cara untuk kabur dari negara ini.

Sejak rancangan undang-undang ekstradisi ke daratan China memicu kerusuhan di wilayah ini tiga bulan lalu, seminar tentang ketentuan emigrasi banyak dilakukan di Hongkong.

Permintaan untuk mencetak surat keterangan dari polisi, yang harganya mencapai HK$225 atau US$29 per lembar untuk aplikasi visa, melonjak 54 persen menjadi 3.649 surat pada Agustus dibandingkan dengan tahun lalu. Permintaan surat dari kepolisian tersebut sejauh ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tahun bekas koloni Inggris ini mencatat 7.600 orang keluar dari kota tersebut untuk selamanya dan sekitar sepertiganya meminta surat keterangan dari kepolisian.

Dinyatakan otoritas di Malaysia, Australia dan Taiwan telah melaporkan kenaikan jumlah permintaan izin migrasi. Bahkan, agen properti di Melbourne dan Vancouver banyak menerima telepon dari warga Hong Kong.

Aksi unjuk rasa rencananya akan dilangsungkan kembali pada hari Minggu ini (15/09/2019). Demontrasi ini akan menguji seberapa jauh kemarahan publik telah mereda.

Saat protes Hong Kong meluas selama musim panas yang diikuti ratusan ribu warga turun ke jalan, akan tetapi sebagian warga Hong Kong mulai mencari tempat berlindung yang aman.

Pada bulan Juni, para pengacara dan bankir mengatakan bahwa para taipan kaya di kota tersebut mulai mengalihkan kekayaan mereka ke negara lain, seperti Singapura. Adapun destinasi yang dipilih, salah satunya Malaysia karena biaya hidup lebih murah dan Taiwan yang memiliki kultur budaya serupa dengan Hong Kong.

sumber: Reuters