Australi Dan Selandia Baru Tingkatkan Upaya Atasi Kekerasan di Medsos

Foto Washington Post
Foto Washington Post

Washington,Sayangi.com- CEO Twitter Jack Dorsey telah  memberikan kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat yang mendengar tentang ‘Operasi Pengaruh Asing dan Penggunaannya atas Platform Media Sosial’ di Capitol Hill, 5 September 2018, di Washington.

Pemerintah Australia dan Selandia Baru berupaya untuk mengatasi ekstremisme di internet baru-baru ini memunculkan lagi perdebatan tentang ancaman radikalisasi. Sebagian analis melihat peluang baru bagi negara dan raksasa teknologi untuk bertindak bersama-sama.

Pejabat-pejabat Australia awal pekan ini memberlakukan apa yang mereka sebut undang-undang pertama di dunia untuk mengekang ekstremisme online. Sementara pihak berwenang memerintahkan lima situs web untuk menghapus isi mengandung kekerasan atau menghadapi tuntutan.

Situs-situs web yang melanggar itu semua berbasis di luar Australia, ujar komisi eSafety negara itu kepada harian Financial Times. Komisi itu bertanggung jawab menyelidiki dan menghapus konten seperti itu.

Di Selandia Baru, seseorang yang mengaku sebagai pendukung supremasi kulit putih Maret lalu melakukan pembantaian secara brutal atas dua masjid. Peristiwa berdarah tersebut telah menewaskan 51 orang. Saat beraksi pelaku sambil menyiarkan langsung aksinya di Facebook.

Dikabarkan CEO Twitter Jack Dorsey telah bertemu Perdana Menteri Jacinda Ardern di Wellington pada hari Senin (9/11). Pertemuan keduanya untuk membahas apa yang bisa dilakukan perusahaannya untuk membantu menghapus konten kekerasan di platformnya.

Pertemuan itu adalah bagian dari upaya Ardern melalui Christchurch Call. Program ini merupakan janji 18 negara dan delapan perusahaan teknologi di Paris pada 15 Maret untuk berkolaborasi memberantas konten ekstremis dari internet.

Farah Pandith, mantan wakil khusus Amerika untuk komunitas Muslim, mengatakan, “Faktanya adalah perdana menteri Selandia Baru dan gerakan Australia di parlemen yang telah melangkah untuk melakukan sesuatu yang sedikit lebih tajam dan lebih jelas.

sumber: VOA News