Aramko Terbakar Presiden AS Trump Salahkan Iran

Foto Asean News
Foto Asean News

Washington,Sayangi.com- KEtegangan di kawasan Teluk makin meningkat. Amerika Serikat (AS) menyiapkan responsnya, Senin (16/9), terhadap serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Atas insiden ini Presiden Donald Trump mengatakan Iran patut dipersalahkan.

Komentar terbaru pemimpin AS Trump mengipasi kekhawatiran baru konflik di kawasan Teluk. Trump mengatakan dia siap membantu Saudi, sekutu penting mereka. Pasca serangan pesawat nirawak pada akhir pekan lalu, yang memicu rekor kenaikan harga minyak secara global.

Serangan pada Sabtu lalu di Abqaiq fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia dan ladang minyak Khurais di Arab Saudi Timur mengakibatkan produksi minyak mentah oleh pengekspor top dunia terpangkas.Serangan tersebut memangkas lebih dari 5% pasokan minyak global

Saat wartawan menanyakan soal terbakarnya kilang Aramco ,Trump menjawab Kami memiliki banyak pilihan. Orang no 1 AS ini menekankan tidak ada reaksi terburu-buru dan pembicaraan dengan sekutu akan didahulukan.

“Saya tidak ingin terlibat dalam konflik baru, tetapi kadang-kadang itu harus,” ujarnya. “Itu merupakan serangan yang sangat besar dan itu bisa dibayar dengan serangan (juga), berkali-kali lebih besar.Tentu saja, kelihatannya Iran (yang bertanggung jawab),” tambah Presiden.

Setelah bertemu dengan Trump, Menteri Pertahanan AS Mark Esper juga memilih Iran sebagai kekuatan destabilisasi regional. Namun ia tidak secara langsung menuduh Teheran atas serangan itu.

Trump mengungkapkan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, akan melakukan perjalanan ke Saudi, tanpa memberikan rincian.

Di sisi lain, aliansi militer yang dipimpin Arab Saudi mengatakan serangan ke kilang minyak di Arab Saudi dilakukan menggunakan senjata Iran. Berdasarkan temuan awal, serangan tersebut tidak diluncurkan dari Yaman.

Juru bicara koalisi, Kolonel Turki Almalki, mengatakan penyelidikan investigasi tengah dilakukan untuk menentukan lokasi peluncuran.

“Hasil awal menunjukkan bahwa senjata tersebut ialah milik Iran dan kami saat ini sedang bekerja untuk menentukan lokasi. Serangan teroris ini tidak berasal dari Yaman seperti yang dikatakan milisi Houthi,” kata Malki di Riyadh.

Sebelumnya, Iran membantah tuduhan AS bahwa negara Iran dalang penyerangan. “Tuduhan-tuduhan ini dikutuk sebagai hal yang tidak dapat diterima dan sepenuhnya tidak berdasar,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi.

sumber : AFP