Mei 2020 Anwar Ibrahim Bakal Gantikan Mahthir

Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizh. Foto News Strait Times
Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizh. Foto News Strait Times

Kuala Lumpur,Sayangi.com- Politisi Malaysia Anwar Ibrahim memperkirakan penyerahan kekuasaan dari Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad kepadanya akan terjadi sekitar Mei 2020. Informasi terbaru itu dilaporkan oleh Bloomberg Television. Saat wawancara Anwarmengatakan, “Ada pemahaman bahwa itu harus dilakukan sekitar waktu itu, tapi saya tidak berpikir saya tidak pasti tentang bulan pastinya.”

Sudah dipahami banyak pihak bahwa Anwar akan mengambil alih posisi PM saat Mahathir mengundurkan diri. Meski demikian, Mahathir yang kini berumur 93 tahun, Namun Mahathir belum memastikan kapan dia akan mundur dari jabatannya sekarang. Bloomberg juga mengutip pernyataan Anwar yang menjelaskan, “Tidak ada tanpa partai mana pun mengenalkan atau mempromosikan atua melobi untuk nama lain.”

Anwar yang merupakan mantan wakil PM itu menambahkan, “Bisa jadi ada individu lain dengan ambisi atas keinginan mereka sendiri, tapi itu sangat tidak relevan.” “Apakah itu telah didiskusikan, ataukah itu memiliki legitimasi, jawabannya tidak,” papar Anwar. Pada Januari, Anwar yang juga presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu menyoroti laporan yang ditulis Financial Times.

Menurut Anwar, laporan Times yang ditulis Time berita bohong. Saat itu Times melaporkan bahwa Anwar mengatakan, “Ada beberapa kantong, orang yang untuk alasan mereka sendiri ingin menyabotase pengaturan itu.” Berbagai rumor mengatakan sejumlah faksi dalam koalisi Pakatan Harapan muncul saat menteri ekonomi Malaysia terlilit skandal video seks pada Juni.

Meski ada tuduhan, para pejabat investigator tidak dapat mengidentifikasi pria dalam video-video yang viral di media sosial itu.

Anggota parlemen dari Kapar, Abdullah Sani mengklaim bahwa Mahathir dan Kepala Dewan Orang Terkemuka Daim Zainuddin menjadi bagian pihak yang mencoba mencegah Anwar menjadi PM mendatang,” papar laporan The Star.

Meski demikian, Mahathir mengakui dia percaya pada Anwar baik dia suka atau tidak suka. Anwar menegaskan, dugaan ada perselisihan antara dia dan Mahathir itu tidak benar.“Saya katakan pada Abdullah Sani Abdul Hamid bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan mengatakan pada dia agar tidak mengulangi pernyataannya.

Tak ada landasan mengaitkan nama Mahathir,” tutur Anwar. Sementara, kantor itu berita Bernama melaporkan berdasarkan data Komisi Anti-Korupsi Malaysia, kekayaan Anwar mencapai 10,75 juta ringgit (Rp36 miliar).

Menurut pernyataan yang dirilis sekretaris pribadi Anwar, Shukri Saad, sebagian besar kekayaan itu berupa rumah di distrik Bukit Segambut, Kuala Lumpur yang bernilai 9,5 juta ringgit. Menggunakan uang dari penjualan rumah sebelumnya di Bukit Damansara pada 2005, rumah Anwar sekarang dulunya dibeli seharga 4,5 juta ringgit,” papar pernyataan Saad.

Anwar juga memiliki investasi dan tabungan sebesar 829.000 ringgit. Dia juga memiliki lahan di Permatang Habib, Pahang, sejak 1974 . Tanah tersebut saat dibeli Anwar nilainya sebesar 7.000 ringgit dan sekarang diperkirakan bernilai 420.000 ringgit. Deklarasi aset Anwar itu bagian dari langkah baru pemerintah untuk mencegah korupsi dengan meminta semua anggota Kabinet dan anggota parlemen Pakatan Harapan untuk mendeklarasikan aset-aset mereka.

Malaysia juga untuk pertama kali merilis website yang berisi daftar aset yang dideklarasikan ke publik dari 146 anggota parlemen dan anggota keluarga dekat mereka, termasuk PM Mahathir, Menteri Hukum Liew Vui Keong dan Menteri Keuangan Lim Guan Eng.

Anwar disebut berada di peringkat anggota parlemen terkaya ke-13 dalam daftar tersebut, setelah anggota parlemen dari Segamat Edmund Santhara 132 juta ringgit, PM Mahathir 32,3 juta ringgit, dan putra Mahathir, kepala menteri Mukhriz Mahathir 25,1 juta ringgit.