KAI dan PGK Bagikan Lambang Garuda dan Alat Belajar Kepada Anak Suku Baduy

Sejumlah relawan berfoto bersama warga Suku Baduy dalam rangka Bakti Sosial di Kampung Leuwibuled Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (17/09).

Banten, Sayangi.com – Kita Anak Indonesia (KAI) berkerjasama dengan Aliansi Pemuda Pemudi Peduli Desa (AP3D) dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaaan (PGK) DPW Banten mengadakan acara bakti sosial (Baksos) dengan memberikan lambang garuda serta alat tulis dan buku gambar kepada Anak Suku Baduy. Kegiatan Tersebut digelar di Kampung Leuwibuled Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten – Indonesia, Selasa (17/09).

Mereka diterima oleh Ketua RT Kampung Leuwibuled (Suku Baduy) , Jakri. Juga hadir tokoh pemuda Suku Baduy di kampung tersebut, yakni Sarman.

“Lambang Garuda diberikan kepada Pak RT di kampung ini, sedangkan Alat tulis, buku gambar dan pensil pewarna diberikan kepada anak-anak yang ada di kampung Suku Baduy,” kata salah satu Founder Kita Anak Indonesia, Anisa Birza kepada Wartawan, Kamis (19/09).

Ia menambahkan santunan buku tulis tersebut diberikan kepada 35 anak-anak yang ada di Suku Baduy. “Sumber dana tersebut berasal dari iuran teman-teman Relawan” Tuturnya.

Ketua Umum Aliansi Pemuda Pemudi Peduli Desa (AP3D) sekaligus Pengurus DPW PGK Banten, Jayani mengemukakan, Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat suku adat baduy.

“Suku Baduy selain bisa membaca, mereka juga harus pandai menulis. Karena mereka ini secara adat tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan Formal, maka alternatifnya kita yang harus turun langsung dengan memberikan berupa alat tulis agar mereka bisa menikmati belajar membaca dan menulis tanpa harus mengenyam pendidikan formal (sekolah).” Paparnya.

Selain itu, Jayani menuturkan bahwa Suku Baduy sangat relevan ketika diberi alat tulis.

“Baksos yang dilakukan di Suku Baduy, sangatlah relevan. Karena membaca dan menulis merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu contoh, ketika Pemilu Serentak 2019 dilaksanakan, saya mengamati proses pemilu di suku Baduy dan menariknya ada beberapa panitia Pemilu diambil dari masyarakat Suku Baduy dan ketika mereka dilibatkan di kepanitiaan Pemilu diharuskan bisa membaca dan menulis demi suksesnya proses pemilu.” Ungkap Jayani

Ketua RT Jakri pun menyambut baik kedatangan mereka.

“Kami masyarakat Baduy ngahaturkeun nuhun ka para relawan, anu parantos masihan Lambang Garuda sareng alat-alat tulis pikn anak-anak masyarakat suku baduy (Red- kami masyarakat baduy mengucapkan terimakasih kepada pararelawan yang sudah memberikan Lambang Garuda dan Alat-alat tulis untuk anak-anak yang ada di Suku Baduy.” Ungkap Jakri selaku Ketua RT Kp. Leuwibuled.

Jakripun mengharapkan anak-anak baduy yang sudah diberi alat tulis bisa membaca dan menulis.

“Mudah-mudahan anak-anak suku baduy tiasa nulis walaupun teu sakola (red- mudah-mudahan anak suku baduy bisa menulis walaupun tidak sekolah formal”. Tutup Jakri.