Megan Markle Sempat Alami Ambigu Warna Kulit Saat Menjadi Artis

Megan Markle kunjungi Cape Town Afrika Selatan. Foto Forbes
Megan Markle kunjungi Cape Town Afrika Selatan. Foto Forbes

Cape Town,Sayangi.com- Pasangan kerajaan Inggris Meghan Markle dan Pangeran Harry memulai tur sepuluh hari di Afrika Selatan dengan mengunjungi kota Cape Town. Dalam penampilan pertama, istri Pangeran Harry ini telah secara terbuka berbicara tentang posisinya sebagai perempuan kulit berwarna saat berpidato tentang pemberdayaan perempuan.

Bolehkah aku mengatakan sementara aku di sini bersama suamiku dalam posisi anggota keluarga kerajaan. Aku ingin hadirin tahu bahwa untukku, aku di sini sebagai seorang ibu, sebagai seorang istri, Dan aku disini juga sebagai seorang perempuan kulit berwarna dan sebagai adikmu,”

Lawatan pertama pasangan itu pada hari pertama 23 September mengunjungi perkampungan Nyanga. Pasangan kerajaan Inggris ini menghadiri lokakarya dengan Program Pemberdayaan Perempuan Mbokodo. Pelatihan ini mengadakan pelatihan pertahanan diri dan pemberdayaan bagi gadis-gadis yang menderita trauma.

Setelah menyapa anggota komunitas,Duchess of Sussex berdiri di atas panggung kecil untuk menyampaikan pidato. Kesempatan itu menjadi pernyataan pertama yang menunjukan ia dari kelompok wanita kulit berwarna yang menikah dengan Pangeran Harry pada tahun 2018.

Mantan artis Hollywood ini berbicara tentang kesulitan ketika dikategorikan sebagai “ambigu etnis” di masa lalu. Pada 2017, Markle menjelaskan, sutradara sering kebingungan ketika melakukan pemilihan pemain, bertanya-tanya apakah dia “Latina”, “Sephardic” atau “Kaukasia eksotis”.

Selama berpidato di Cape Town, perempuan berusia 38 tahun itu juga berbicara tentang sikapnya yang kuat pada feminisme. Dia pun berbagi kutipan dari penyair Amerika Serikat Maya Angelou.

“Setiap kali seorang wanita membela dirinya sendiri, tanpa menyadarinya, tanpa mengklaimnya, dia membela semua wanita,” ujar Markle.

Ibu satu anak ini pun berterima kasih kepada beberapa perempuan remaja yang angkat bicara sebelumnya dengan terbuka dan jujur tentang bahaya yang dihadapi perempuan di Afrika dan bagaimana mereka menanganinya.

Hak-hak perempuan dan anak perempuan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan hati saya. Dan itulah dasar saya menghabiskan sebagian besar hidup saya untuk mengadvokasi. Saya tahu bahwa saat perempuan diberdayakan, maka seluruh masyarakat berkembang,”ujarnya.

Sebelum menikah dengan pewaris kerajaan Inggris Markle memang telah dikenal sebagai seorang aktivis kemanusiaan sejak lama. Sejak muda Meghan telah membicarakan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

sumber: Independent