Menggenaskan : Bocah Autis 5 Tahun Dilabeli Predator Seks

Foto The BL
Foto The BL

Washington,Sayangi.com– Seorang bocah autis berusia 5 tahun dihukum oleh pihak sekolah. Hukuman itu ia peroleh karena dianggap melanggar batas. Ia dihukum karena sering memeluk dan mencium teman-teman sekelasnya.

Tindakan pihak sekolah ini menuai protes dari pihak keluarga. Bentuk hukuman tersebut bakal membuat si anak dicap sebagai predator seks. Pihak keluarga menuduh para guru si bocah telah mengabaikan kondisi sang bocah.

Nathan, seorang siswa taman kanak-kanak di Chattanooga, Tennessee, dilaporkan ke negara bagian atas kegiatan seksualnya. Laporan itu dilakukan tiga minggu setelah gurunya di East Ridge Elementary School pertama kali memanggil orang tuanya, Summery Putnam.

Guru tersebut telah mengeluhkan tindakan bocah itu memeluk satu teman sekelas dan mencium pipi satu kelas. Kepada orangtuanya guru itu mengatakan “Anda perlu berbicara dengan Nathan tentang batasan-batasan,”ujar Putnam (ibu Nathan).

Putnam pun memohon pengertian dari sang guru dengan alasan kondisi anaknya yang menderita austisme. Jika Anda tidak memahami cara kerja autisme, Anda akan berpikir dia bertindak atau menjadi sulit. Tapi itu bukan situasinya,” ujarnya.

Namun tampaknya permohonan itu tidak digubris. Kurang dari sebulan kemudian, tindakan dari anak laki-laki yang terlalu penuh kasih sayang itu telah membuatnya masuk ke dalam perhatian otoritas negara.

Dengan penuh ketakutn nenek Nathan Debi Amick di Face book menulis “Diungkapkan bahwa ia akan mencatat sepanjang sisa hidupnya bahwa ia adalah predator seks.

Kepada media lokal Amick menyatakan “Dia seharusnya tidak diperlakukan seperti ini. Anak itu bahkan tidak mengerti apa itu seks. Apa yang kamu lakukan ketika seorang anak 5 tahun dicap predator seksual dan dituduh melakukan pelecehan seksual oleh sistem sekolah?” imbuh Amick

Di sisi lain kepala sekolah bersikeras bahwa staf sekolah telah menegur bocah itu berulang kali. Juru bicara Departemen Pendidikan Wilayah Hamilton mengklaim personil sekolah diharuskan melaporkan kekhawatiran mengenai anak-anak ke Departemen Layanan Anak.

Nathan kini telah dipindahkan ke kelas pendidikan khusus dengan guru yang berbeda, tetapi tindakan indisplinernya telah ditulis. Catatan itu akan tetap ada selama ia mengikuti seluruh jenjang sekolah menengah. Jika ia tidak dimasukkan sekolah khusus Nathan kelak akan dimasukkan dalam daftar hitam sebagai predator seks.

sumber: Rusia Today