Trump Ungkap Sanksi Untuk Iran Tidak Ada Pelonggaran

Presiden Iran Hassan Rouhani (gambar kanan) bersitegang dengan Presiden AS Donald Trump. Foto AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani (gambar kanan) bersitegang dengan Presiden AS Donald Trump. Foto AFP

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia tidak setuju mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran sebagai imbalan melakukan pembicaraan. Ia membantah penegasan sebelumnya yang dikemukakan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Jumat (27/9) waktu setempat ciutan Trump berbunyi “Iran ingin saya mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap mereka agar dapat bertemu. Saya katakan, tentu saja, TIDAK!”.

Sebelumnya, Rouhani mengatakan Amerika Serikat telah menawarkan hal demikian dan bahwa isu tersebut sedang didiskusikan. Amerika Serikat telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka akan mencabut semua sanksi,” kata Rouhani, sekembalinya di Teheran dari sidang Majelis Umum PBB di New York.

Rouhani, Jumat (27/9) mengatakan bahwa negaranya siap ambil bagian dalam perundingan, tetapi tidak bersedia melakukannya dalam iklim politik seperti sekarang ini.

Di tengah situasi sekarang, sanksi-sanksi yang berlaku dan iklim tekanan maksimum, bahkan apabila Iran ingin berunding dengan Amerika dalam kerangka lima negara anggota tetap PBB + Jerman, tak seorang pun dapat memprediksi hasil akhir perundingan itu, ujarnya.

Para pejabat Amerika dan Saudi menuding Iran melakukan serangan-serangan terhadap fasilitas-fasilitas minyak Saudi, yang menghentikan separuh produksi minyak negara itu.

Para pejabat Iran, termasuk Rouhani, telah membantah Teheran terlibat dalam serangan tersebut.Sementara banyak pemimpin dunia mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan PBB pekan ini, pertemuan antara Trump dan Rouhani tidak terjadi.

Presiden AS Trump menyatakan pada hari Minggu lalu bahwa ia tidak memiliki niat untuk melakukan pembicaraan dengan Rouhani. Sebaliknya presiden Iran menyatakan ia tidak akan bertemu dengan Trump sebelum Amerika mencabut sanksi-sanksi ekonominya.

Trump telah mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap bank nasional Iran baru-baru ini. Hal ini meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran tetapi kemudian mundur dari aksi militer langsung.

Amerika Serikat sebelumnya menerapkan sanksi-sanksi menyeluruh terhadap Iran terkait tuduhan program nuklirnya. Tetapi Departemen Keuangan Amerika Jumat menyatakan sanksi-sanksi terbaru diberlakukan karena bank sentral Irak terlibat “terorisme”. Depkeu AS menyebutkan Bank Iran telah memberikan “miliaran dolar” untuk Korp Garda Revolusi Islam Iran dan Hezbollah.

sumber: VOA News