Menlu AS Pompeo Akui Terlibat Telepon Dengan Presiden Ukraina

Menlu AS Mike Pompeo. Foto Zimbio
Menlu AS Mike Pompeo. Foto Zimbio

Washington,Sayangi.com- Menlu Kabinet Trump, Mike Pompeo secara terbuka mengakui untuk pertama kalinya bahwa ia terlibat dalam pembicaraan telepon pada 25 Juli. Saat itu Presiden AS Donald Trump menekan presiden Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya dari Partai Demokrat Joe Biden.

“Saya mendengar percakapan telepon,” kata Pompeo pada konferensi pers di Roma, Italia, dengan rekan sejabatnya, Luigi Di Maio, Rabu (2/10).

Pengakuan itu menyoroti upaya-upaya sebelumnya untuk mengelak dari penyelidikan pemakzulan Trump. Sejumlah figur ternama Departemen Luar Negeri AS tersorot dalam skandal ini.

Pompeo tidak mengatakan apakah menurutnya isi dari percakapan telepon 25 Juli tidak tepat atau menuntut pengaduan sebuah komunitas pengungkap rahasia intelijen, yang pengaduannya memicu penyelidikan pemakzulan.

“Pembicaraan telpon itu dalam konteks kebijakan Amerika tentang Ukraina. Yaitu membantu Ukraina memberantas korupsi di dalam dan luar pemerintahannya, dan membantu Ukraina saat ini membangun ekonomi agar berkembang pesat,” terang Pompeo.

Pompeo mengatakan ia bangga bekerja dengan tim Departemen Luar Negeri Ukraina–termasuk mantan utusan khusus Kurt Volker, yang menghubungkan pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, dengan seorang pembantu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

“Untuk membantu negara memerangi korupsi dan memerangi agresi Rusia.”Dalam wawancara 22 September dengan ABC News, Pompeo menangkis pertanyaan tentang keterlibatannya.

Ketika ditanya “apa yang Anda ketahui” tentang percakapan antara Trump dan presiden Ukraina, Pompeo mengatakan ia belum melihat keluhan pelapor.Pompeo menekankan tentang bagaimana AS telah memberikan dukungan militer kepada pemerintah Ukraina dalam perjuangan melawan separatis yang didukung Rusia.

sumber: AFP