Media Sosial Poles Wajah Islam Nusantara

Dr Martin Slama peneliti dari Universitas Vienna. Foto Istimewa
Dr Martin Slama peneliti dari Universitas Vienna. Foto Istimewa

Jakarta,Sayangi.com- Media sosial telah memicu perubahan dalam beragama bagi orang Indonesia. Salah satu perubahan paling signifikan dalam bidang Islam di Indonesia adalah meningkatnya ketergantungan Muslim pada media sosial,” kata peneliti dari University of Vienna, Prof Dr Martin Slama.

Uraian kajian Martin disampaikan pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2019 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Paparan Slama itu disampaikan dalam forum AICIS yang merupakan forum kajian keislaman. Forum ini telah berjalan sejak 19 tahun lalu. Pada gelaran AICIS ke-19, kali ini diikuti sekitar 1.700 ilmuwan kajian ke-Islaman. Para ilmuwan tersebut berkumpul di Indonesia pada 1-4 Oktober 2019. Pertemuan akan  membahas 450 paper yang lolos seleksi dari 1.300 yang diseleksi.

Annual international Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2019 dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantaraoleh Selasa (1/10/19). AICIS ke 19 ini diikuti sekitar 1700 sarjana islamic studies yang akan berlangsung selama empat hari, pada 1-4 Oktober 2019.

Dalam paparannya ilmuwan Slama mengatakan di kalangan Muslim Indonesia sering menganggap aktivitas dalam jaringan (daring) menjadi bagian dari religiositas. Ada kecenderungan kesalehan beragama bisa dilakukan dengan membuat unggahan di media sosial (medsos), imbuhnya.

Menurut Slama peneliti Universitas Vienna, pemeluk Islam Indonesia mengalami perubahan sosial dan politik yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir ini. Hal ini ditandainya maraknya ekspresi ke-Islaman melalui media sosial dan itu menjadi gejala baru.

Slama yang juga peneliti di Institute for Social Anthropology pada Austrian Academy of Sciences melalui riset Islam di Indonesia mengatakan medsos telah mengubah wajah Islam di Nusantara secara lebih ekspresif. Hasil penelitian Slama juga menunjukan Media sosial memperlebar ruang berekspresi bagi masyarakat Muslim di Indonesia.