Proposal Brexit PM Inggris Jhonson Tuai Kritik

PM Inggris Boris Johnson. Foto CNN
PM Inggris Boris Johnson. Foto CNN

London,Sayangi.com- Proposal Brexit PM Inggris Jhonson Tuai London,Sayangi.com- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemarin menyampaikan proposal finalnya terkait masalah Brexit. Proposal Brexit tersebut berisi keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober 2019.

Akan tetapi Uni Eropa menilai proposal tersebut harus disempurnakan kembali isinya. Uni Eropa dan Irlandia menilai rencana Brexit baru yang dipresentasikan Johnson tidak memuaskan.

Juru bicara Komisi Eropa, Natasha Bertaud mengatakan kepada awak media bahwa peluang sekarang berada di pe-ngadilan Inggris untuk mengatasi masalah yang ditemukan UE dalam proposal Brexit yang baru, bukan sebaliknya.

Seperti yang telah kami katakan, ada poin-poin bermasalah dalam proposal Inggris dan pekerjaan lebih lanjut masih diperlukan. Tetapi, pekerjaan itu perlu dilakukan Inggris dan bukan sebaliknya,” kata Bertaud.

Sementara itu, politikus Inggris yang menjabat Ketua Partai Nasional Skotlandia di House of Commons (Dewan Rakyat di parlemen), Ian Blackford, mengatakan kepada Johnson rencananya tidak bisa dijalankan, tidak dapat diterima, dan tidak dapat diimplementasikan.

Dia menyatakan jika Johnson tidak bisa berjanji untuk mematuhi EU Withdrawal (No 2) Act Benn Act , Johnson harus mengundurkan diri.

Guy Verhofstadt, juru bicara parlemen Eropa untuk Brexit, mengatakan hampir tidak mungkin bagi anggota parlemen untuk menyetujui rencana Johnson. UE tidak akan dapat menyetujui perjanjian penarikan Inggris kecuali parlemen Eropa mendukung.

Serangan atau kritikan keras juga dilontarkan pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn. Ketua Partai Buruh menyebut proposal baru Johnson tidak serius atau bisa diterapkan. Dia mengatakan Johnson tahu rencana ini tidak dapat diterima UE.

sumber: AFP