Penalti di Menit Akhir Bawa Liverpool Tundukkan Leicester 2-1

Para pemain Liverpool merayakan gol penentu kemenangan atas Leicester City dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Sabtu (5/10/2019).

Jakarta, Sayangi.com – Liverpool berhasil mengatasi Leicester 2-1 berkat sebuah tendangan penalti pada menit-menit akhir dalam laga pekan kedelapan Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu.

Leicester hampir saja menghentikan catatan sempurna Liverpool ketika bisa menahan imbang tuan rumah 1-1 hingga waktu normal berakhir, namun pada menit ketiga masa injury time sebuah insiden terjadi di dalam kotak penalti tim tamu.

Marc Albrighton yang masuk sebagai pemain pengganti dengan ceroboh menjatuhkan Sadio Mane sehingga wasit Chris Kavanagh segera menunjuk titik putih.

James Milner yang menjadi algojo dengan dingin memperdaya kiper Kasper Schmeichel demi memastikan kemenangan Liverpool 2-1.

Hasil itu membuat Liverpool tetap sempurna meraup 24 poin dari delapan pertandingan musim ini, memperpanjang catatan kemenangan beruntun menjadi 17 pertandingan dan kini unggul delapan poin lagi di puncak klasemen atas Manchester City (16) yang baru akan memainkan laga pekan kedelapan.

Menyambut kembalinya Brendan Rodgers ke Anfield, Liverpool melakukan dua pergantian susunan pemain yakni Dejan Lovren untuk Joel Matip yang cedera serta Milner untuk Jordan Henderson di lini tengah.

Liverpool sejak awal lebih mengambil inisiatif serangan dan memperoleh peluang pertama lewat umpan silang Trent Alexander-Arnold pada menit ke-13, sayang Milner yang menyambutnya dalam keadaan tanpa kawalan malah melepaskan tembakan melambung di atas mistar gawang.

Alexander-Arnold kembali memperlihatkan visi bermainnya yang luar biasa ketika mengirimkan umpan silang nan tajam yang sayangnya tak bisa disambut dengan sempurna oleh Roberto Firmino pada menit ke-34.

Leicester balik melakukan serangan pada menit ke-39 hanya untuk mendapati kiper Adrian San Miguel melakukan penyelamatan gemilang mementahkan bola tandukan Caglar Soyuncu, meski jika masuk sekalipun tak akan dihitung sebagai gol karena ia terlanjur berada dalam posisi offside saat James Maddison mengirimkan umpan silang.

Semenit sesudahnya, Liverpool justru berhasil membuka keunggulan lewat Mane. Berawal dari serangan balik, Milner mengirimkan umpan terobosan yang gagal dijangkau oleh Jonny Evans dan terkejar Mane sebelum ia menusuk ke dalam kotak penalti dan menaklukkan Schmeichel dengan tendangan ke area tiang jauh.

Keunggulan Liverpool bertahan hingga turun minum dan dua menit babak kedua berjalan, Mohamed Salah hampir menggandakan gol jika saja Schmeichel tak memperlihatkan aksi gemilang.

Liverpool terus menciptakan peluang namun tak kunjung mampu memperoleh gol kedua mereka, sebaliknya Rodgers menyikapi kondisi itu dengan mengirim Ayoze Perez masuk menggantikan Dennis Praet pada menit ke-73.

Hanya tujuh menit merumput Perez memberikan kontribusi instan dengan mengirimkan umpan terobosan dan Maddison memanfaatkan kelalaian Virgil van Dijk mendeteksi pergerakannya demi menyambut bola dan memperdaya Adrian demi menyamakan kedudukan 1-1.

Tuan rumah berusaha segera merestorasi keunggulan mereka namun bola tandukan Van Dijk menyambut umpan silang Andy Robertson masih melambung di atas mistar gawang pada menit ke-85.

Situasi kian menguntungkan bagi Leicester lantaran Salah harus ditarik keluar digantikan Adam Lallana dalam keadaan kesakitan usai dijegal Hamza Choudhury.

Leicester sepertinya akan membawa pulang satu poin hingga keteledoran terjadi di lini belakang mereka berujung tendangan penalti yang justru memastikan kemenangan Liverpool pada masa injury time.

Susunan pemain:

Liverpool (4-3-3): Adrian; Trent Alexander-Arnold, Dejan Lovren, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; James Milner, Fabinho, Georginio Wijnaldum (Jordan Henderson); Mohamed Salah (Adam Lallana), Roberto Firmino (Divock Origi), Sadio Mane
Pelatih: Juergen Klopp

Leicester City (4-1-4-1): Kasper Schmeichel; Ricardo Pereira, Jonny Evans, Caglar Soyuncu, Ben Chilwell; Wilfred Ndidi; Harvey Barnes (Marc Albrighton), Denis Praet (Ayoze Perez), Youri Tielemans, James Maddison (Hamza Choudhury); Jamie Vardy
Pelatih: Brendan Rodgers