Pastikan Brexit Tidak Ditunda PM Johnson Telepon Macron,

Foto BBC
Foto BBC

London,Sayangi.comMenteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Uni Eropa bahwa negaranya tidak akan menunda Brexit melewati tenggat 31 Oktober mendatang.

Ia menggarisbawahi proposal terbaru Inggris mengenai Brexit adalah kesempatan terakhir dalam mencapai kesepakatan dengan UE. Brexit,istilah untuk keluarnya Inggris (Britain) dari keanggotaan UE. Brexit tengah diupayakan Inggris setelah menggelar referendum keanggotaan UE pada 2016.

Berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron via sambungan telepon, Johnson meminta UE untuk “tidak salah mengira bahwa Inggris akan tetap menjadi anggota setelah 31 Oktober.”

PM Johnson menegaskan dirinya tidak akan mengajukan permohonan penundaan meski parlemen Inggris telah meloloskan aturan terbaru yang mengharuskan dirinya menunda Brexit jika kesepakatan dengan UE tidak tercapai.

Juru bicara PM Inggris minggu (6/10) menyatakan “Aturan tersebut mengganggu jalannya negosiasi. Tapi, jika para petinggi UE mengira aturan tersebut akan berujung pada (terwujudnya Brexit) tanpa kesepakatan, itu adalah sebuah kesalahpahaman besar. Sejumlah diplomat UE mengatakan London perlu merevisi perjanjian Brexit sebelum akhir pekan mendatang.

Konferensi Tingkat Tinggi UE digelar pada 17-18 Oktober. KTT dua hari tersebut akan menentukan apakah Brexit akan terwujud dengan perjanjian, tenggat waktunya diperpanjang, atau tidak ada kesepakatan sama sekali.

Ditempat terpisah, Menteri Brexit Stephen Barclay meminta UE memperlihatkan “kreativitas dan fleksibilitas” menjelang 31 Oktober. UE juga diminta untuk meningkatkan intensitas dialog dengan Inggris.

Barclay menyebut Kami telah melayangkan sejumlah proposal serius. Untuk itu, negosiasi harus dilakukan secara intensif untuk mengklarifikasi detail dari proposal yang telah kami sampaikan.

Tim negosiator UE, Michel Barnier, menilai terwujudnya Brexit dengan perjanjian masih mungkin terjadi meski kemungkinannya kecil.

“Kami juga siap untuk (Brexit) tanpa perjanjian. Tapi perlu dicatat bahwa (Brexit) tanpa perjanjian tidak akan pernah menjadi pilihan UE. Namun jika pada akhirnya terjadi, maka itu adalah pilihan Inggris,” imbuh Barnier.

sumber : AFP