Keluarga Besar Universitas Moestopo Tuntut Rektor Mundur

Jakarta,Sayangi.com- Puluhan Sivitas Akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang tergabung dalam Keluarga Besar (KB) Universitas Moestopo menggelar aksi mimbar bebas. Aksi tersebut telah digelar di Kampus I, Jl Hang Lekir, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Dalam rilisnya yang diterima awak media, aksi mimbar bebas ini sebagai bentuk keperihatinan atas semakin menurunnya kinerja pihak Universitas yang terlihat dalam penurunan peringkat universitas. Dan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun yang semakin menurun.

Lewat aksi mimbar bebas ini KB Universitas menyatakan bahwa pimpinan Universitas dan Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo tidak mampu untuk membawa Universitas Prof. Dr. Moestopo berkompetisi dengan universitas-universitas swasta lain di Jakarta.

Bagi KB Universitas kondisi merupakan ironi, mengingat bahwa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang didirikan oleh Pahlawan Nasional Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo ini adalah salah satu universitas swasta tertua di Jakarta.

Lewat releasenya selaku korlap aksi Andi Kristiyanto menyatakan “Rektor sebagai pimpinan tertinggi universitas harus bertanggungjawab penuh atas situasi ini. Dalam orasinya Andi menyatakan dengan segala hormat, KB Universitas Moestopo melihat Rektor tidak mampu untuk membawa Universitas Moestopo maju ke arah yang lebih baik .Sehingga kami melakukan aksi menuntut agar Prof. Rudy Harjanto mengundurkan diri dari jabatan Rektor.

Beberapa permasalahan yang juga diungkap oleh KB Moestopo dalam aksi mimbar bebas ini diantaranya adalah pengelolaan keuangan dan aset universitas dan yayasan yang dinilai tidak transparan dan akuntabel.

Dalam releasenya juga menyebutkan Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo belum memenuhi kewajiban untuk mengumumkan ikhtisar laporan keuangan tahunan yayasan secara terbuka sebagaimana diamanatkan UU No. 28 Tahun 2004 Tentang Yayasan.

Untuk itu KB Moestopo menuntut agar dilakukan reformasi tata kelola Universitas Prof. Dr. Moestopo berdasarkan pada prinsip-prinsip Good University Governance.

Dalam aksi mimbar bebas ini KB Moestopo juga menyuarakan bahwa Pembina Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Thomas Suyatno, juga harus bertanggungjawab serta mengundurkan diri. Dalm releasenya disebutkan sejak menjabat sebagai pembina yayasan sejak 2014 keberadaan Thomas Suyatno tidak memiliki manfaat positif bagi universitas yang telah berdiri sejak tahun 1962 ini.

Korlap  Andi menegaskan bahwa aksi ‘Mimbar Bebas’ kali ini adalah awal dari perjuangan KB Universitas Moestopo untuk membenahi tata kelola universitas. Tata kelola tersebut harus berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk Sivitas Akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo. KB Moestofo rencanya juga akan melakukan aksi lanjutan yang lebih masif dan besar lagi, jika para pihak terkait tidak merespon apa yang jadi tuntutan kami,pungkas Andi.