Anwar Ibrahim Uraikan Peralihan Kekuasaan Malaysia Segera Dilaksanakan

Tokoh pembaharu Malaysia Dato' Seri Anwar Ibrahim (kanan) memberi tausiyah/ceramah ke para pelayat pada malam ke-28 wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie di kediamannya, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Jakarta, Sayangi.com- Anwar Ibrahim datang bertakziah dan menemui keluarga mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Jakarta, Rabu (10/10).

Selesai bertakziah Anwar diberondong awak media soal peralihan kekuasaan. Anwarpun menjelaskan bahwa peralihan kepemimpinan di Malaysia dari Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad ke Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bakal berlangsung pada pertengahan 2020.

Ok, terkawal (peralihan kekuasaan, red), sekitar tahun depan, 2020, pertengahan tahun,” ujar Anwar.

Walau demikian Anwar tidak menyebutkan tanggal persis ataupun detail sejauh mana proses peralihan kekuasaan itu berlangsung. Mantan lawan politik Mahathir ini hanya menunjukkan jika PM Mahathir akan mengalihkan kekuasannya pada 2020 atau setelah pemimpin negara tertua di dunia itu menjabat selama dua tahun.

PM Mahathir telah berjanji akan menyerahkan jabatannya ke Anwar, khususnya setelah ketua Koalisi Pakatan Harapan itu terpilih kembali sebagai perdana menteri Malaysia pada Mei 2018. Tetapi sejumlah media di Malaysia memberitakan bahwa Mahathir pada 3 Oktober 2019 menyebutkan bahwa dirinya belum berdiskusi mengenai peralihan kekuasaan itu.

Sebaliknya, Anwar menegaskan perbincangan mengenai transisi kekuasaan telah dilakukan. Namun menurut Anwar kepastian tanggal belum ditentukan oleh kedua pihak.