Oknum Sipir Lapas di Aceh Sembunyikan 20 Kg Sabu di Rumahnya

Irjen Pol Arman Depari. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap kasus perederan narkoba jenis sabu di kawasan Aceh Timur. Dalam kasus ini, BNN menangkap dua tersangka bernama Dustur dan istrinya Nur Maida.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Dustur merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja sebagai sipir Lapas. Awalnya, BNN mendapat informasi jika akan ada pengiriman sabu asal Malaysia ke Aceh.

“BNN menerima info dari masyarakat bahwa ada oknum ASN yang bertugas di Lapas Kelas 2B Langsa sebagai sipir, terlibat dalam peredaran gelap narkotika. Selanjutnya tim BNN memperdalam penyelidikan tersebut,” ujar Arman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10).

Menurut Arman, pihaknya menangkap Dustur di daerah Langsa, Senin (7/10) sekitar pukul 12.37 WIB. Dari pengakuan Dustur, ia menyimpan sabu di rumahnya.

“Selanjutnya tim BNN membawa Dustur ke rumahnya di daerah Idi Rayeuk,” terangnya.

Sampai di rumah di Dustur, lanjut Arman, pihaknya kembali melakukan penggeledahan. Saat itu, BNN juga turut mengamankan istri Dustur.

“istrinya menunjukkan tempat penyimpanan sabu yang berada di sebelah lemari dapur rumahnya. Di sana kami berhasil diamankan satu karung warna putih yang didalamnya terdapat 19 bungkus ukuran satu kiloan yang diduga narkotika sabu,” paparnya.

Menurut pengakuan Dustur, kata Arman, narkoba tersebut dibawa langsung dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan speed boat sejumlah sekitar 40 Kg. Namun 20 Kg sudah didustribusikan kepada pemesan dengan cara dikirim menggunakan kurir atau mengambil sendiri.

“Total barang bukti yang kami sita berupa sabu seberat total 20,5 Kg. Selain itu kita juga sita sebuah mobil Honda Civic, beberapa ponsel dan beberapa kartu,” katanya.