Capres AS Andrew Berjanji Akan Bagikan Rp14 Juta Per Orang Tiap Bulan

Andrew Yang candidat presiden AS . Foto Politico
Andrew Yang candidat presiden AS . Foto Politico

Nevada,Sayangi.com– Kandidat Presiden AS entrepreneur Andrew Yang awalnya dianggap hanya bergurau saat menyatakan hendak maju sebagai calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS). Dalam kampanyenya ia berjanji bahwa setiap warga AS akan mendapatkan tunjangan dan pendapatan per bulan yang didanai pemerintah.

“Anda semua mendengar pada beberapa poin bahwa ada seorang pria Asia maju untuk posisi presiden yang ingin memberi setiap orang USD1.000 (Rp14 juta) per bulan,” ungkap Yang di depan para pendukungnya di Las Vegas, Nevada, bulan ini. Anggota Partai Demokrat dari wilayah New York itu pun melanjutkan dengan nada serius, “Kita di era perubahan ekonomi dan kita perlu berpikir secara berbeda.”

Cara berpikir berbeda itulah yang membuat Yang semakin diperhitungkan dalam nominasi presiden AS dari Partai Demokrat pada pemilu 2020 mendatang. Jika kelak ia terpilih ia akan menjadi putra imigran Taiwan yang menjadi presiden pertama Asia-Amerika.

Kampanye Yang telah dimulai sejak 2017 . Seiring berjalannya waktu popularitasnya makin meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Posisinya pun terus melesat naik di antara para pesaingnya yang sudah populer.

Paradigma baru Yang mampu meraih hampir 3% dukungan dalam survei terbaru. Posisi ini menempatkan dia di peringkat keenam dari 19 capres. Dengan dana yang digalang hingga USD10 juta menjadikan dia di peringkat keenam dana terbanyak di antara para capres Demokrat lainnya.

Yang lebih penting, dia terus menginspirasi para pendukung setianya yang disebut Yang Gang dengan ciri khas memakai topi biru dengan tulisan “MATH”. Kata “MATH” itu awalnya dikaitkan dengan Yang yang menyukai data tapi kemudian menjadi singkatan “Make America Think Harder” atau “Buat Amerika Berpikir Lebih Keras”.

Saat Yang berjanji menjadi presiden pertama yang menggunakan PowerPoint dalam pidato State of the Union, para pendukungnya meneriakkan “PowerPoint! PowerPoint!”

Pesan utama Yang selama kampanye adalah otomatisasi merusak lapangan kerja AS dan “Dividen Kebebasan” adalah cara terbaik mencegah dampak buruknya. “Pesan ini sangat cocok bagi para pemuda, anggota pria Partai Demokrat, kalangan independen dan beberapa anggota Partai Republik,” ungkap hasil survei Reuters/Ipsos.

Putra imigran Taiwan ini tampaknya memiliki banyak kesamaan jenis pemilih yang ditargetkan oleh Senator AS Bernie Sander saat maju ke Gedung Putih pada 2016. Hasil survei Reuters, menulis para pendukung Sanders tiga kali lebih suka memilih Yang sebagai calon favorit kedua mereka.

Temuan ini menegaskan para pemilih lebih mendukung Yang dibandingkan mendukung Senator AS Elizabeth Warren atau mantan Wakil Presiden Joe Biden sama sama populer.
sumber: Reuters