Pasca Insiden Penusukan Wiranto, Polri Amankan 22 Terduga Teroris

Karopenmas Mabes polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Densus 88 Antiteror telah meringkus 22 terduga teroris pasca penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto. Para terduga teroris tersebut diamankan di sejumlah wilayah berbeda di Indonesia.

“Penangkapan terhadap para terduga teroris dilakukan mulai tanggal 10 hingga 14 Oktober, sebanyak 22 orang (sudah diamankan),” ujar Dedi di Mabes Polri, Senin (14/10).

Di wilayah Banten, kata Dedi, pihaknya telah menangkap tiga orang teduga teroris. Selain dua pelaku penikaman Wiranto, Abu Rara dan istrinya, FA, pihaknya juga mengangkap seorang berinisial RA.

“Dua terduga teroris itu langsung diamankan pasca kejadian penyerangan, Kamis (10/10) lalu. Satu tersangka lagi atas nama RA ditangkap pada hari yang sama,” katanya.

Masih di hari yang sama, lanjut Dedi, Densus 88 kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial WBN di Bandung, Jawa Barat. Kemudian hari ini kembali ditangkap tiga terduga teroris berinisial JJ, N dan AAS di wilayah Bandung.

“Lalu pada Minggu (13/10), kita amankan tiga terduga teroris di Indramayu dan Cirebon. Satu terduga teroris berinisial RF kita amankan di Indramayu, sementara YF dan BA diringkus di Cirebon,” paparnya.

Selain itu, sambung Dedi, pihak Densus 88 juga mengamankan ayah dan anak terduga teroris di Bali, Jumat (11/10). Keduanya berinisial AT dan ZAI.

“Kepada yang berinisial ZAI, karena masih di bawah umur dilakukan penanganan khusus oleh Densus 88,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, Densus 88 juga menangkap teroris berinisial R alias Putra di Jambi pada (11/10). Selain itu, seorang terduga teroris berinisal TH juga berhasil diamankan di Jakarta.

“Lalu ada R alias Putra ditangkap di Jambi pada Jumat, 11 Oktober dan TH ditangkap di Jakarta pada Jumat, 11 Oktober 2019,” jelasnya.

Sementara di Lampung, Densus 88 juga mengamankan enam terduga teroris. Untuk NAS dibekuk pada Minggu (13/10), lalu APS, TH, Y, MRM, dan UD ditangkap pada Senin (14/10).

Untuk di Sulawesi Utara, kata Dedi, Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial S alias Jack Sparrow, Jumat (11/10). Sedangkan, teroris berinisial A dibekuk pada Minggu (13/10) di Poso, Sulawesi Tengah.

“Sampai saat ini kami masih melakukan upaya preventif strike terhadap para pelaku terduga teroris,” pungkasnya.