SD Inpres Indonesia Bawa 3 Ekonom AS Raih Nobel

3 Tokoh Amerika Serikat peraih Nobel di bidang Ekonomi tahun 2019. Foto Reuters
3 Tokoh Amerika Serikat peraih Nobel di bidang Ekonomi tahun 2019. Foto Reuters

Washington,Sayangi.com- Abhijit Banerjee, Esther Duflo dan Michael Kremer, adalah 3 tokoh pemenang hadiah Nobel di bidang ekonomi. Hadiah ini merupakan penghargaan tertinggi atas riset mereka perihal kemiskinan global.

Hadiah Nobel Ekonomi diberikan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Science/RSAS).

Dilaporkan Kremer bekerja di Universitas Harvard. Sedangkan Duflo dan suaminya; Banerjee, sama-sama bekerja di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) California, AS. Kepada awak media Duflo dan Banerjee mengatakan timnya fokus meneliti dan memahami akar kemiskinan yang terkubur begitu dalam dan terkoneksi.

Ketiga tokoh itu telah fokus pada isu-isu khusus, termasuk pendidikan untuk masyarakat miskin. Salah satu contohnya adalah mereka memikirkan cara menggencarkan sekolah di kantong-kantong kemiskinan.

Dari ketiga tokoh itu ada satu yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia dalam risetnya. Dia adalah Esther Duflo, 46. Tokoh perempuan ini meneliti perihal sekolah dasar (SD) inpres di Indonesia.

Sekadar diketahui, SD Inpres merupakan proyek rezim Orde Baru atau era Presiden Soeharto. Proyek itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Pembentukan SD Inpres berpayung hukum pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.

Hasil riset Duflo tentang SD Inpres di Indonesia diterebitkan pada Agustus tahun 2000. Judul riset tokoh Amerika ini adalah “schooling and labor market consequences of school construction in Indonesia: evidence from an unusual policy experiment (konsekuensi sekolah dan pasar tenaga kerja dari pembangunan sekolah di Indonesia: bukti dari eksperimen kebijakan yang tidak biasa).

Duflo, alam abstraksi penelitiannya mengatakan bahwa risetnya berbasis pada fakta di Indonesia tahun 1973 dan 1978. Pada tahun-tahun tersebut Indonesia membangun lebih dari 61.000 sekolah dasar.

sumber: Guardian