Dilaporkan 15 Hari Raib Jenasah Mahasiwa Hukum Dikuburkan Dalam ruang Bawah

ilustrasi jenasah. Foto ndtv. com
ilustrasi jenasah. Foto ndtv. com

New Delhi,Sayangi.com- Mahasiswa India 30 tahun yang raib sejak 9 Oktober telah ditemukan dan telah menjadi mayat. Jasadnya terkubur di ruang bawah tanah mantan tuan tanah.

Hindustan Times melaporkan korban adalah Pankaj Kumar Singh. Ia seorang mahasiswa hukum tahun keempat sebuah perguruan tinggi swasta di Sahibabad. Keluarga menyebut Pankaj meninggalkan rumah kontrakannya di Ghaizabad pada 9 Oktober 2019 pukul 9.50.

Sejak dari situlah ia tak terlihat lagi. Sebelumnya, Pankaj tinggal di flat lantai satu sebuah bangunan milik Hari Om Singh. Manish Kumar Singh, saudara lelaki Pankaj yang tinggal di Delhi, mengatakan keluarga mencari-cari saudaranya itu.

Saudara lelaki korban mengatakan Kami mencari ke semua teman-temannya tapi dia tetap tak terlacak. Saya mencoba meneleponnya sekitar jam 11 pagi pada tanggal 9 Oktober tetapi telepon dimatikan. Setelah itu, saya melapor ke polisi.

Kantor Polisi Sahibabad kemudian mencatatnya sebagai kasus penculikan mengacu KUHP India. Polisi pun mendatangi mantan pemilik tanah tempat Pankaj tinggal.

“Tim kami mengunjungi rumah mantan tuan tanah tempat Pankaj tinggal. Setelah memeriksa ruang bawah tanah yang ada tiga kamarnya, kami menemukan area yang baru disemen di salah satu kamar,” ungkap satu polisi.

Saat menyelidiki, kami menyadari bahwa ada sesuatu yang terkubur di sana. Pria itu telah meninggalkan flat di sana sekitar 15 hingga 20 hari yang lalu.”

Selanjutnya, pada Senin (14/10/2019) dengan dibantu surat hakim, polisi mulai menggali area yang disemen di ruan bawah tanah itu.
Kami menemukan tubuh pria yang membusuk di kedalaman sekitar enam kaki,” ungkap polisi.

Jasad itu Itu dikirim ke rumahs sakit untuk diotopsi. Saat polisi mengadakan penyelidikan pemilik rumah telah menghilang.

“Hari Om telah meninggalkan rumahnya pada hari Pankaj hilang. Belakangan, istri dan kedua putrinya juga meninggalkan rumah. Hilangnya keluarga memicu kecurigaan kami. Kami mencoba melacak mereka,” kata petugas Lingkaran (Sahibabad) Rakesh Kumar Mishra.

“Motif di balik pembunuhan itu tidak jelas. Tapi Hari Om dan keluarganya akan dilacak dan diperiksa, ”ujar polisi setempat.

Ayah Pankaj, Narendra Singh, mengatakan anaknya tengah asyik berbisnis. “Anak saya punya kafe cyber dan bisnisnya lancar. Dia menghasilkan sekitar Rs 2.000 (sekitar Rp397.000) sehari dan Hari Om ingin mengambil alih bisnisnya. Saya kira anak saya dibunuh karena hal itu,” ucap ayah korban.