Pangeran William Telusuri Jejak Diana Di Pakistan

Pangeran William dan Kate mengunjungi Pakistan. Foto EWN
Pangeran William dan Kate mengunjungi Pakistan. Foto EWN

Chitral Sayangi.com – Pewaris keraajan Inggris Duke of Cambridge Pangeran William dan Duchess of Cambridge Catherine Middleton mengunjungi Gunung Hindu Kush di Distrik Chitral Rabu (16/10/19).

Gunung Hindu ini Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, kemarin. Kate diberi topi tradisional yang pernah dikenakan Putri Diana pada tiga dekade lalu, Chitrali.

Pangeran William juga menerima buku kenangan dari warga lokal yang mengabadikan keberadaan Putri Diana. Pangeran William dan istrinya Kate tiba di Gunung Hindu Kush dengan menggunakan helikopter. Keduanya mengikuti jejak langkah Putri Diana yang pernah mengunjungi gunung bersejarah tersebut pada 1991.

Setelah selesai napak tilas, Pangeran William dan Kate kembali mengudara menuju Taman Nasional Broghil. Dari atas udara, mereka untuk pertama kali menyaksikan fenomena melelehnya gletser akibat pemanasan global. Pangeran William mengatakan bahwa warga sekitar rentan menjadi korban dari dampak perubahan iklim tersebut.

Gletser di sepanjang Pegunungan Hindu Kush, Karakoram, dan Himalaya menjadi sumber mata air bagi 1,6 miliar penduduk di sekitarnya mulai Pakistan, Afghanistan, Tajikistan, Nepal, India, hingga China. Peneliti iklim Furrukh Bashir mengatakan di sana terdapat lebih dari 5.000 gletser, tapi hampir 70% hilang.

“Gletser terbuat dari salju padat dan berubah menjadi es. Gletser membutuhkan lebih banyak salju cair dibandingkan salju biasa dengan suhu rendah yang hanya ditemukan di ketinggian tertentu,” ujar Bashir, dikutip Dailymail. “Pemanasan global menyebabkan Gletser Chiatibo berkurang sepanjang 10 meter per tahun,” tambahnya.

Melelehnya gletser menimbulkan kekhawatiran bagi 200 juta warga Pakistan. Pasalnya, selain dapat menyebabkan banjir di dataran rendah, juga dapat menyebabkan krisis sumber mata air pegunungan. Inggris dan Pakistan berencana meneken kerja sama dalam memitigasi musibah alam akibat perubahan iklim.

Di samping menyaksikan melelehnya gletser, Pangeran William dan Kate juga menemui penduduk lokal Chitral yang porak-poranda akibat banjir bandang pada 2015. Keduanya berharap dapat melihat dan mendengar langsung keluhan warga lokal dan bagaimana mereka bertahan hidup di tengah pemanasan global.

“Kami ingin melihat langsung beberapa dampak dari melelehnya gletser serta menemui masyarakat yang beradaptasi terhadap tantangan dan realitas baru itu,” ujar Pangeran William di Islamabad. “Saya berharap dapat memetik pelajaran dan memberikan bantuan untuk mencegah dan memitigasi dampak tersebut,” paparnya.

Kunjungan mereka tidak berhenti di situ. Pangeran William dan Kate mendatangi perkampungan suku Kalash untuk mempelajari kehidupan sosial, tradisi, dan budaya masyarakat lokal. Mereka juga bertemu Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan. Pangeran William menyampaikan perhatiannya terkait perubahan iklim dan melelehnya gletser di Pakistan.

“Sebagai negara yang usianya masih muda, Pakistan telah mengalami banyak kesulitan dengan korban jiwa yang tidak terhitung akibat teror dan kebencian,” ujar Pangeran William. “Saya ingin memberikan hormat kepada semua masyarakat Pakistan yang melewati masa itu dan membantu membangun negara seperti sekarang,” ungkapnya.

Pakistan dan Inggris, imbuh Pangeran William, menghadapi tantangan serupa terkait perubahan iklim. Dampaknya tidak hanya akan dirasakan sekarang, tapi juga di masa depan. Suhu di Pakistan Utara disebut meningkat sebesar dua derajat Celsius dan terasa lebih hangat dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu.

Pangeran William dan Kate kemudian bertemu dengan para pebisnis, ahli lokakarya, pemusik, ahli film, dan anggota pemerintah di sebuah monumen di Bukit Shakarparian. Dia juga berbicara dengan seorang anak-anak yang mengidolakan Putri Diana, ibunda Pangeran William, karena namanya sering disebut di Pakistan.