Presiden Obrador Dukung Pembebasan Anak Raja Kartel Narkoba

Presiden Meksiko Obrador, Foto Getty Image
Presiden Meksiko Obrador, Foto Getty Image

New Meksiko,Sayangi.com- Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengklaim strategi keamanannya berjalan dengan baik. Hal tersebut menyusul dilepaskannya anak raja kartel narkoba Joaquin “El Chapo” Guzman setelah terjadi aksi saling tembak antara geng narkoba dengan polisi.

Dalam sebuah pernyataan, Obrador menyatakan penangkapan atas seorang pelaku kejahatan tidak dapat mengorbankan nyawa orang. Obrador juga memberi apresiasi kepada aparat yang membebaskan Ovidio Guzman.”Kita tidak ingin orang-orang tewas, kita tidak ingin perang,” ujar Obrador.

Dia membantah pemerintahannya bersikap lemah dengan melepas Guzman. Menurut Obrador, strategi pemerintahan sebelumnya telah membuat Meksiko menjadi pemakaman umum dan para pengritiknya ingin dia melanjutkan strategi yang sama.

Presiden Meksiko Obrador menegaskan pemerintah mesti fokus pada penyebab utama terjadinya kekerasan terkait narkoba, yakni kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan.

Namun, keputusan membebaskan Guzman mendapat reaksi keras dari publik, termasuk pengamat keamanan. Kritik yang disampaikan menyatakan bahwa kebijakan itu justru dapat dimanfaatkan oleh geng-geng narkoba lainnya dengan melakukan strategi yang sama.

Selain itu, mundurnya aparat dari kota besar malah memunculkan impresi bahwa kartel narkoba lah, bukan negara, yang memegang kuasa. Menteri Pertahanan Meksiko Luis Cresencio Sandoval bahkan mengakui bahwa operasi bersenjata melawan kartel narkoba di Culiacan tidak dilakukan dengan matang.

“Operasi tersebut dilakukan dengan terburu-buru, konsekuensinya tidak dipertimbangkan, risikonya tidak diperhitungkan,” tuturnya. Aksi tembak menembak antara kartel narkoba dan polisi Meksiko berlangsung di sejumlah kota setidaknya sejak Senin (14/10). Saat itu, 13 polisi ditembak mati di Aguilla setelah dikepung oleh anggota sebuah geng narkoba.

Sehari kemudian, tembak menembak antara tentara dan anggota kartel berujung tewasnya 14 warga sipil dan 1 tentara di Tepochica. Pada Kamis (17/10), aparat menangkap Guzman. Namun, penahanannya memicu perang baru di jalanan Culiacan, salah satu kota besar Meksiko. Anggota kartel mengepung aparat keamanan di bagian barat laut kota dan memaksa mereka melepaskan Guzman.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan warga kota berupaya mengamankan diri di tengah suara tembakan yang menyebar di seluruh kota. Orang-orang berlindung di pusat perbelanjaan dan asap hitam akibat kebakaran terlihat di langit kota.

sumber: Reuters