Kepolisian Australia Nyatakan Maaf Atas Penahanan Pemain Bola Bahrain

Hakeem al-Arabi penduduk tetap Australia yang ditahan otoritas Thailand. Foto ABC plus
Hakeem al-Arabi penduduk tetap Australia yang ditahan otoritas Thailand. Foto ABC plus

Canberra,Sayangi.com- Kesalahan birokrasi menyebabkan penduduk tetap Australia itu ditahan. Kepala Kepolisian Federal Australia (AFP) telah meminta maaf secara pribadi kepada pemain sepak bola Hakeem al-Araibi atas penahanannya di penjara Thailand selama berbulan-bulan.

Hakeem al-Araibi ditangkap ketika ia pergi ke Thailand untuk berbulan madu dan menghabiskan 77 hari di penjara setempat. Ia baru dibebaskan ketika kasus untuk mengekstradisinya ke Bahrain dibatalkan

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, campur tangan secara pribadi dalam kasus ini, mendesak Perdana Menteri Thailand untuk membebaskan al-Araibi dari penahanan.

Al-Araibi ditangkap oleh pihak berwenang Thailand ketika ia tiba di Bangkok untuk bulan madu di bulan November 2018, karena Bahrain telah mengeluarkan pemberitahuan merah Interpol terhadapnya atas tuduhan vandalisme. Al-Araibi telah lama bersikeras bahwa tuduhan Bahrain bermotivasi politik.

Dan untuk meyakinkan al-Araibi Australia Federal Police (AFP) terus meninjau dan meningkatkan proses ini dengan berkonsultasi dengan lembaga terkait lainnya untuk memastikan kami merespon masalah ini dengan tepat di masa mendatang.”

“Sebagai organisasi yang bertanggung jawab kepada masyarakat, saya merasa itu tepat untuk dilakukan,” katanya.

Penangkapan dan penahanan Al-Araibi mengundang kecaman luas di Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison campur tangan secara pribadi dalam kasus ini, mendesak Perdana Menteri Thailand untuk membebaskan al-Araibi dari penahanan.

Kepada Senat Australia Kershaw mengatakan bahwa para pejabat AFP tak mengetahui bahwa al-Araibi mendapat perlindungan di Australia hingga ia ditahan di Thailand.

Seandainya petugas perbatasan memberi tahu AFP dan Departemen Dalam Negeri tentang status perlindungannya, Thailand tak akan diberitahu tentang status merah yang dikeluarkan terhadapnya.

Komisaris Kershaw menggambarkan kegagalan birokrasi ini sebagai “kurangnya konektivitas” antara lembaga pemerintah dan Interpol.

sumber: ABC News