Ngaku Dapat Lepaskan Tahanan, Dua Penipu Raup Rp 800 Juta

Ilustrasi penipuan

Jakarta, Sayangi.com – Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka penipuan bernama Alfa dan Benny. Keduanya mengaku dapat membebaskan tahanan dalam kasus kasino di apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, dari aksinya kedua pelaku meraup keuntungan hingga Rp 800 juta. Mulanya tersangka mendapat nomor telepon salah satu kerabat pelaku, yang bernama Alexander.

Kemudian, tersangka mengirimkan video penggerebekan kasino ke Alexander. Lalu Alexander mengakui, memang ada kerabatnya yang terjaring kasus tersebut, berinisial KR.

“Saudara dari Alexander yakni KR, yang sudah ditangkap atas tuduhan perjudian. Benny saat itu menawarkan kepada Alexander untuk membantu membebaskan KR,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/10).

Bahkan, kata Suyudi, kedua tersangka mengaku kenal dan dekat dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. Merasa percaya, akhirnya korban sepakat menyiapkan sejumlah uang.

“Selanjutnya keluarga KR mengumpulkan uang dan baru terkumpul selama dua hari kemudian,” jelasnya.

Syarat yang diberikan tersangka, sambung Suyudi, korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 800 juta. Saat uang terkumpul, korban menyerahkan uang tersebut ke tersangka.

“Benny langsung meminta Alexander menemuinya di sebuah kantor pada tanggal 9 Oktober 2019 di kawasan Cawang, Jakarta Selatan,” katanya.

Lebih lanjut Suyudi menjelaskan, ketika Benny dan korban bertemu, Benny menelepon Alfa yang berpura-pura tengah mengurus pembebasan KR. Setelah itu, Benny meminta Alexander menunggu, sementara ia mengaku akan ke Polda.

“Namun setelah menunggu lebih dari 2 jam, pelaku tak kunjung kembali menemui Alexander,” katanya.

Setelah itu, kata Suyudi, Alexander tidak dapat lagi menghubungi Benny. Merasa curiga, akhirnya Alexander mendatangi Mapolda Metro Jaya.

“Setelah dilakukan pengecekan ternyata Benny tidak ada melakukan pengurusan ke Polda Metro Jaya, korban Alexander kena penipuan,” pungkasnya.