Menpora Zainudin Amali Jamin Tidak Ada Potongan Anggaran Pada Cabor

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berjanji untuk berusaha transparan dalam penyusunan anggaran serta menjamin tidak akan ada lagi potongan dana kepada setiap cabang olahraga.

“Kita harus hati-hati karena BPK tiap tahun memeriksa kita. Tapi yakinlah kami di Kemenpora sudah membuat tekad tidak ada satu rupiah pun apalagi potongan ke cabor. Kita akan berikan sesuai dengan yang diajukan,” ujar Amali saat berkunjung ke Pelatnas Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Senin.

Amali menegaskan bahwa keterlambatan dana itu tidak dimaksudkan untuk menahan-nahan anggaran karena menurutnya, ada kemungkinan itu disebabkan oleh ketidaksesuaian administrasi. Ia juga mengingatkan bahwa uang yang digunakan adalah uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang harus dialokasikan dengan hati-hati supaya tidak menyimpang.

Untuk mencegah keterlambatan itu, Amali menyatakan akan bertemu dengan setiap cabang olahraga untuk membicarakan soal anggaran.

“Kita akan undang setiap cabor untuk mengatur budget dan kita akan bicara transparan karena kementerian tanpa cabor bukan apa-apa,” kata dia.

Meski begitu, Amali mengharapkan setiap cabang olahraga bisa tetap jalan sendiri walaupun tidak ada bantuan dari pemerintah. Ia mengapresiasi inisiatif PB PABBSI yang mau menggelontorkan dana pribadi untuk berangkat ke kejuaraan dunia junior di Pyongyang, Korea Utara, pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani mengeluhkan soal anggaran Pelatnas yang kerap terlambat dalam hal pencairan dana.

“Memang kadang-kadang pencairan dana sering telat dan kepotong. Alhamdulillah selama ini masih bisa ditanggulangi,” kata Rosan.

Rosan mengatakan anggaran untuk Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Pattaya,Thailand pada September lalu baru turun 70 persen. Akibatnya untuk menutupi dana pada kejuaraan angkat besi junior pekan lalu, pihaknya terpaksa menanggulanginya dengan uang pribadi.

Dia berharap Menpora baru dapat membuat program dan alur pendanaan dengan baik sehingga tidak ada lagi keterlambatan turunnya anggaran saat akan mengikuti berbagai kejuaraan di dunia.