Penyebaran Liquid Vape Mengandung Narkoba, Polisi Tangkap Tiga Tersangka

Jakarta, Sayangi.com – Ditres Narkoba Polda Metro Jaya menangkap tiga tersangka terkait peredaran rokok elektronik (vape) yang mengandung narkoba jenis tembakau gorilla. Ketiga tersangka berinisial M, FF dan PNR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penangkapan ketiganya merupakan pengembangan dari kasus penyalahgunaan vape gorilla yang menjerat AJ. Seperti diketahui, AJ yang juga rekan artis Vicky Nitinegoro ditangkap pada Rabu (16/10) lalu.

“Awalnya kita mendapat informasi bahwa di daerah Jakarta Selatan tepatnya Jagakarsa, ada yang sering melakukan penyalahgunaan narkotika. Di sana kita mendapatkan laki-laki berinsial M,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/10).

Saat menangkap M, lanjut Argo, polisi juga turut menyita ponsel miliknya. Setelah diperiksa, dalam ponsel tersebut terdapat percakapan mengenai transaksi jual beli vape narkoba.

Berbekal informasi tersebut, polisi kembali mengejar pelaku pengedar vape narkoba tersebut. Hasilnya, polisi berhasil meringkus tersangka berinisial FF di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Selanjutnya, polisi kembali mengejar tersangka lainnya yang hendak mengirimkan paket liquid mengandung narkoba jenis gorilla. Tersangka berinisial FF itu diciduk di salah satu tempat pengiriman barang di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

“Tersangka FF ditangkap saat mau mengirim suatu barang di tempat jasa pengiriman di Ciputat. Dari tangan yang bersangkutan kita berhasil menyita enam liquid vape yang mengandung narkoba,” jelasnya.

Tidak berhenti di sana, polisi juga kembali meminta FF menunjukkan apartemen yang ditinggalinya. Di apartemen kawasan Cinere tersebut, polisi kembali menyita barang bukti vape narkoba.

“Dari apartemen FF, kami menyita 253 botol berisi 5 ml liquid vape mengandung narkoba jenis gorilla, beberapa botol kosong berukuran 5 ml, tutup botol, kompor dan juga timbangan,” paparnya.

Lebih jauh Argo menjelaskan, berbekal informasi dari dua tersangka, polisi kembali menangkap seorang tersangka berinisial PN. PN diduga adalah otak dari jaringan pengedar liquid vape narkoba ini.

“Kita lakukan pengembangan kembali dan ditangkap tersangka PN. Ia berperan sebagai otak yang membuat bahan itu, sekaligus pengedar. Dia yg mengatur dijual kemana dan sebagainya,” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka disangkakan dengan Pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam dengan pidana maksimal di atas lima tahun penjara.