Mendagri Tito Temui Menkopolhukam Laporkan Situasi Papua

Mendagri Tito Karnavian usai menemui Menkopolhukam Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019)

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk melaporkan situasi di Papua dari hasil mendampingi Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke wilayah itu.

“Saya kan langsung ke Papua, mendampingi Pak Presiden, kemudian beliau (Menko Polhukam) menanyakan masalah situasi Papua,” katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan dengan Mahfud, Tito menjelaskan situasi di Papua dan langkah-langkah ke depan yang akan dilakukan.

“Jadi, saya menghadap beliau untuk menjelaskan situasi Papua dan langkah-langkah ke depannya. Intinya itulah,” katanya, tanpa memerinci langkah yang dilakukan.

Diakui mantan Kapolri itu, dirinya juga belum pernah bertemu dengan Menko Polhukam sejak dilantik sebagai Mendagri karena harus mendampingi Presiden di Papua.

Oleh karena itu, kedatangan Tito bertemu Mahfud itu sekaligus untuk melapor, sebagai menteri yang berada dalam koordinasi Menko Polhukam.

Sebelumnya, Tito Karnavian yang baru dilantik sebagai Mendagri langsung “tancap gas” ke Papua, selepas serah terima jabatan di Kantor Kemendagri, Kamis (24/10/2019).

Mendagri mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Papua, bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Pelaksana Tugas Kapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Ari Dono.

Bagi Tito, wilayah Papua dianggap paling menyenangkan ketika bertugas disana sebagai Kapolda Papua, mulai 21 September 2012 hingga 16 Juli 2014.

“Di Papua malah saya paling enjoy karena meskipun ada persoalan, masih bisa dikomunikasikan. Papua alamnya indah, masyarakatnya juga ramah, apalagi kalau kita rajin turun ke lapangan menemui masyarakat. Sebetulnya tugas di Papua itu menyenangkan, saya paling menikmati bertugas saat memimpin kepolisian di Papua,” kata Tito kata Tito di Timika Papua, Jumat (25/10/2019).

Presiden menunjuk Tito sebagai Mendagri menggantikan pejabat lama Tjahjo Kumolo yang juga dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatut Negara dan Reformasi Birokrasi.