Di Seminar PGK, Para Tokoh Muda Bicara Prospek Indonesia Masa Depan

Seminar Sehari bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan" di Hotel Grand Alia Cikini, Rabu (30/10/2019).

Jakarta, Sayangi.com – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) memperingati sumpah pemuda ke-91. Peringatan Sumpah Pemuda yang berlangung di Hotel Grand Alia Cikini, Rabu (30/10/2019) ini dikemas dalam bentuk Seminar Sehari bertajuk “Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan”.

Hadir sebagai keynote speaker adalah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Sementara yang menjadi narasumber adalah para tokoh muda yang akhir-akhir ini banyak mengisi ruang publik, antara lain anggota DPR RI milenial Farah Puteri Nahlia, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Ketum PB HMI Saddam Al Jihad, anggota DPD RI Angelo Wake Kako, Ketum GMNI Roybatullah K Jaya, Mulyadi P Tamsir dan Kartika Nur Rahman. Acara seminar ini dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.

Para narasumber pada umumnya setuju bahwa lompatan teknologi informasi yang berkembang cepat harus dihadapi serius oleh bangsa Indonesia dengan memacu penciptaan sumber daya manusia berkualitas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa, dan menjaga stabilitas sosial agar tetap terkendali. Jika semua itu dibisa diwujudkan, maka impian Indonesia menjadi kekuatan ekonomi besar dunia di 2045 akan bisa dicapai.

Seminar PGK: Demokrasi Persatuan Energi Pendorong Kebangkitan Ekonomi

Dalam konteks penciptaan sumber daya manusia yang unggul, anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia mengajak generasi muda Indonesia menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa depan dengan mengembangkan tiga hal yaitu: education, enterpreneurship, dan empowerment. Education adalah menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa.

Sementara enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa. Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas, kendati penuh resiko.

Sedangkan empowerment ini terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia. Empowerment pemberdayaan ini adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship.

“Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita,” kata Neng Farah, sapaan akrabnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengingatkan bahwa saat ini dunia sedang berada dalam era disrupsi (disruption era) dimana banyak hal yang dulunya dianggap tidak mungkin menjadi lebih mudah dilakukan.

“Era disrupsi ini ditandai dengan kemajuan teknologi. Kita hidup dalam situasi dunia dan negara yang bisa berubah begitu cepat. Di dunia politik misalnya, sekarang anggota legislatif yang berlatar belakang tukang pijat atau pekerja bengkel bisa terpilih. Itulah kehebatan teknologi industri 4.0, sehingga kampanye politik tidak lagi konvensional” kata Adi.

Digitaliasi yang menyentuh setiap sektor kehidupan, menurut Adi, harus direspon dengan baik oleh generasi muda agar bisa melibatkan diri dalam perkembangan teknologi masa depan.

Sementara itu, Ketum PB HMI Saddam Al Jihad menyoroti terjadinya tabrakan kebudayaan dan teknologi. Agar tidak menjadi korban dari teknologi, dia mengajak anak muda untuk memperkuat daya analisis terhadap setiap informasi yang masuk.

Sadam juga mengapresiasi telah munculnya kepemimpinan generasi muda di pemerintahan atau yang dia sebut youth government.

“Tahun lalu saya sampaikan langsung kepada Presiden gagasan youth government ini, dan alhamdulillah hari ini mulai terealisasi,” kata Sadam.

Dalam rangka menyiapkan diri menjadi negara ekonomi maju di 2045, anggota DPD RI Angelo Wake Kako berpendapat negara haurs hadir menyelesaikan persoalan pengangguran kaum terdidik.

“Harus ada link and match atau sinergi antara kebutuhan pasar tenga kerja dengan kampus. Karena jangan sampai usai sekolah kemudian dia nganggur. Jadi pemerintah harus segera sadar,” kata Angelo.

Dijelaskan Angelo, fenomena yang terjadi saat ini jumlah pengangguran secara umumnya menurun, tapi pengangguran terdidik naik. Menurut catatannya, pengangguran di level Diploma dan sarjana dari 6,4 persen naik ke 6,8 persen.

Angelo juga meminta anak muda yang menjadi pewaris masa depan bangsa agar memiliki jiwa enterpeneurship. Hal ini juga sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Kartika Nur Rahman mengajak generasi muda untuk memanfaatkan bonus demografi dengan membuat gerakan ekonomi massif. Dia mencontohkan gerakan ekonomi Amerika Serikat pasca Perang Dunia II yang membuat Marshall Plan sehingga menjadi penguasa ekonomi dunia.

“Kalau kita berada di track yang benar maka prediksi price waterhouse coopers bahwa tahun 2045 kita akan menjadi kekuatan ekonomi nomor empat di dunia akan tewujud,” kata Kartika.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berfoto bersama Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi beserta sejumlah narasumber dan pengurus PGK dalam seminar bertajuk “Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan DPP PGK di Hotel Grand Alia Cikini, Rabu (30/10/2019).