Dua Pelaku Penipuan Properti Ditangkap, Kerugian Korban Mencapai Rp 4,5 Miliar

Polisi mengungkap kasus penipuan properti. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus penipuan properti. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka perempuan berinisial W dan N.

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, peristiwa penipuan properti ini terjadi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Korban yang merasa dirugikan hingga Rp 4,5 miliar akhirnya melapor ke pihak kepolisian pada bulan Juli lalu.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita bisa menemukan yang diduga pelaku berinisial W yang perannya pura-pura jadi pembeli. Lalu ada tersangka N, seorang notaris yang berdomisili di daerah Cianjur,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11).

Argo menjelaskan, peran dari kedua tersangka berbeda-beda, tersangka W berpura-pura menjadi pembeli. Agar korban percaya, W sempat memberi uang muka pembelian rumah senilai Rp 150 juta.

“Dengan adanya uang DP, otomatis penjual rumah percaya. Dengan begitu, korban memberikan sertifikat untuk dibuat sebagai perjanjian jual beli,” jelasnya.

Setelah berada di tangan, lanjut Argo, W memberikan sertifikat tersebut ke seorang notaris di Cianjur berinisial N. Saat jatuh tempo pembayaran selanjutnya, korban coba menghubungi W namun tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

“Ternyata sertifikat sudah dijaminkan ke pihak ketiga, digadaikan. Korban merasa dirugikan, saat ini kita lakukan penahanan kepada W dan N,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ghafur Siregar menjelaskan, dua sertifikat milik korban digadaikan untuk menutupi hutang pelaku. Jumlah hutang pelaku juga tidak sedikit, mencapai Rp 2,6 miliar.

“Kita masih cek apakah korban baru satu ini, atau ada korban-korban yang lain. Adapun barang bukti yang dimiliki penyidik, ada beberapa setifikat tanah dan tanda terima pembayaran,” kata Ghafur.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 372 tentang Penggelapan, dengan ancaman 4 tahun penjara.