Timbulkan Kecelakaan Fatal, Polisi Akan Evaluasi Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Raya

Jakarta, Sayangi.com – Dua orang pengendara skuter listrik bernama Wisnu dan Ammar tewas di kawasan Senayan, Rabu (13/11) dini hari. Mereka bersama empat rekannya ditabrak oleh pengendara Toyota Camry berinisial DH.

Kasubbid Gakum Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, saat ini pihaknya telah menetapkan DH sebagai tersangka. Dari pengakuan tersangka ia hendak menyalip minibus di depannya dari sebelah kiri, di saat itulah ia baru sadar ada sekumpulan pengendara skuter listrik.

“Sementara memang pengendara otopet listrik ini pada ruas jalan yang sebelah kiri. Bukan di trotoar tapi di ruas jalannya,” ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/11).

Dengan adanya insiden ini, Fahri mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan skuter listrik di jalan raya. Apalagi aturan mengenai skuter listrik saat ini masih dibahas antara pihak kepolisian dengan Kementerian Perhubungan.

“Kita juga nanti akan berkoordinasi dengan Pemprov masalah operasionalisasinya otopet listrik ini. Karena tentunya kita melihat otopet listrik ini sudah banyak dipakai di jalan raya,” katanya.

Menurut Fahri, kedepannya pihak kepolisian juga akan mengevaluasi tempat penyewaan skuter listrik yang saat ini menjamur. Jangan sampai skuter listrik disewakan justru di tempat yang ramai dan rawan kecelakaan.

“Nah ini juga yang perlu pemikiran dari pengelola, penyedia otopet listrik, untuk tidak menempatkan di tempat yang justru nanti menimbulkan dampak kecelakaan lalu lintas, karena digunakan di jalan raya. Kita juga susah juga membatasi masyarakat karena tidak semua titik diawasi oleh polisi,” paparnya.

Lebih jauh Fahri juga mengimbau para pengguna skuter listrik untuk menggunakan kendaraan tersebut di lingkungan perumahan. Menurutnya, penggunaan di jalan raya termasuk tinggi risikonya, karena skuter listrik dapat dipacu dalam kecepatan yang lumayan kencang.

“Kecepatannya (skuter listrik) lumayan, perkiraan sampai dengan 30 sampai 40 Km per jam. Apalagi dia termasuk yang saya sebut vulnerable user group, jadi termasuk rentan. Kenapa? Karena tidak dilengkapi dengan fitur keamanan memadai, persis sepeti sepeda, penjalan kaki dan lansia,” jelasnya.