Kapolda: Tidak Ada Korelasi Antara Teror Penyiraman Air Keras di Jakbar dengan Kasus Novel Baswedan

Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, tidak ada korelasi antara teror penyiraman air keras di Jakarta Barat dengan yang terjadi pada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Tidak ada sama sekali. Sangat jauh kalau dikaitkan dengan (kasus penyiraman Novel Baswedan),” ujar Gatot di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/11).

Gatot menjelaskan, pihaknya sempat mengalami kesulitam dalam mengungkap kasus teror penyiraman air keras di Jakarta Barat. Apalagi dalam kasus ini tidak banyak saksi yang dapat dimintai keterangan.

Beruntung saat melakukan menyerang seorang pedagang sayur bernama Enah (56), aksi FY (29) terekam kamera CCTV. Kendati demikian, kualitas rekaman CCTV tersebut dapat dikatakan buruk.

Namun keterangan saksi di lokasi kedua cukup jelas, sehingga polisi dapat bergerak cepat. Akhirnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, polisi dapat menciduk FY.

“Di samping itu juga para korban yang kita periksa baik peristiwa tanggal 5, tanggal 8, dengan tanggal 15 (November) juga memberikan keterangan yang sangat signifikan untuk kita bisa mengetahui siapa pelakunya,” katanya.

Sebelumnya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap satu pelaku penyiraman air keras berinisial FY (29), yang kerap melakukan aksinya di kawasan Kebon Jeruk dan Srengseng, Jakarta Barat.

Panit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Adi mengatakan, pelaku melakukan aksinya di tiga lokasi berbeda di Srengseng, Meruya dan Kebon Jeruk. Dalam kasus ini, lima orang perempuan berinisial AE (16), PW (16), S (59), ES (19) dan SAA (19) menjadi korban.

“FY ditangkap pada Jumat (15/11) sekitar pukul 18.30 WIB, tak jauh dari Gang Mawar, Srengseng Barat,” ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (16/11).