Larangan Pamer Kemewahan, Iqbal: Agar Anggota Polri Sadar Tugasnya Sebagai Pengayom Masyarakat

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menginstruksikan anggotanya untuk berlaku sederhana, dan tidak memamerkan kemewahan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya itu, anggota Polri juga dilarang mengunggah foto dan video hedonisme di media sosial.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan, instruksi Kapolri tersebut sebagai bentuk perhatian seorang pimpinan terhadap anggotanya. Selain itu, agar anggota Polri sadar akan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

“Karena anggota Polri itu pelindung dan pengayom masyarakat, semua lapisan masyarakat. Mereka harus berempati kesitu, sesuai dengan moto kami, kami melayani dan melindungi semua masyarakat. Kami juga harus tampil sederhana bersahaja, tidak memandang pangkat,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Selasa (19/11).

Selain itu, kata Iqbal, Kapolri juga menegaskan tidak boleh ada anggota Polri yang meminta proyek. Jika ada anggota Polri yang terbukti meminta proyek, maka akan diberi sanksi tegas.

“Prinsipnya kalau ada oknum (yang meminta proyek) Pak Kapolri akan melakukan tindakan tegas. Kalau terbukti akan kita periksa dan copot,” tegasnya.

Seperti diketahui, Mabes Polri mengeluarkan Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM. Sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, arahan tersebut terkait peraturan disiplin anggota Polri soal kode etik profesi.

Masih dalam isi Surat Telegram, berkaitan dengan hal tersebut di atas, Pegawai Negeri pada Polri harus menyesuaikan kemampuan ekonomi sebagai cerminan sifat prihatin untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, dalam rangka mewujudkan aparatur negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotime, agar memedomani pola hidup sederhana.

1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik.

2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.

5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.

6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.