Terkait Meme Joker Anies Baswedan, Ade Armando: Mereka Memang Harus Disindir

Jakarta, Sayangi.com – Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai terlapor dalam kasus meme joker Anies Baswedan. Mengenakan batik dan celana jeans, Ade datang sekira pukul 12.10 WIB.

“Saya memenuhi panggilan dari laporan Bu Fahira terkait Facebook saya yang menyindir Pak Anies Baswedan terkait joker itu. Saya datang tak didampingi kuasa hukum,” ujar Ade di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/11).

Ade menjelaskan, sebagai masyarakat dirinya perlu untuk mengkritisi pemerintahan Anies Baswedan. Namun menurutnya, tidak ada niat buruk dari sindiran dan kritik yang dilakukannya.

“Mereka itu harus disindir dan diserang, namun bukan dengan niat buruk. Tujuannya agar jangan sampai uang rakyat dihamburkan atau dikorupsi,” katanya.

Lebih lanjut Ade menegaskan, bukan hanya dirinya yang mengkritik kinerja Gubernur DKI Jakarta saat ini. Ia meyakini banyak yang merasa tidak puas dengan apa yang dilakukan oleh Anies.

“Bukan hanya saya sendiri, banyak yang mengeritik pemerintahan Bapak Anies dan cara Pak Anies mengelola pemerintahan DKI Jakarta saat ini,” terangnya.

Sebelumnya, anggota DPD RI Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait meme joker Anies Baswedan yang diunggah di media sosial miliknya. Menurutnya, meme tersebut telah mencemarkan nama baik Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jelas foto yang diunggah di Facebook saudara Ade Armando adalah foto Gubernur DKI Jakarya Anies Baswedan yang diduga dirubah menjadi foto seperti joker. Lalu ditambah dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik,” ujar Fahira di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/11).

Laporan Fahira diterima dengan nomor LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019. Ade dilaporkan karena diduga melanggar Pasal 32 Ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU No 19/2016 tentang ITE, dengan ancaman penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.